"Penurunan angka putus sekolah dan peningkatan angka melanjutkan belum signifikan di tahun 2016. Itu menjadi perhatian kami untuk lebih menguatkan lagi program promotif dan program beasiswa agar bisa lebih efektif dan tepat sasaran," kata Bupati Irsyad di sela kunjungan ke sejumlah sekolah memantau pelaksanaan UBNK, di SMAN I Kejayan, Kamis (13/4/2017).
Menurutnya penguatan program promosi dan beasiswa mutlak dibutuhkan untuk menyelamatkan siswa dari ancaman putus sekolah. Terutama beasiswa, harus benar-benar tepat sasaran.
"Hal ini untuk menyelamatkan anak-anak usia sekolah dari ancaman putus sekolah demi memberikan harapan yang cerah bagi masa depan mereka sebagai penerus pembangunan," terangnya Gus Irsyad, sapaan akrab Irsyad Yusuf.
Angka Putus Sekolah (APS) di Kabupaten Pasuruan di semua jenjang pendidikan menunjukkan penurunan selama 2015 hingga 2016, namun penurunan tersebut sangat kecil sekitar 0,01%. Angka melanjutkan dari jenjang pendidikan tertentu ke jenjang pendidikan berikutnya tahun 2016 juga menunjukkan peningkatan sekitar 0,01%. Sedangkan Angka Partisipasi Murni mengalami peningkatan meski angkanya kecil.
"Fakta itu harus menjadi pendorong kami, OPD (organisasi perangkat daerah) terkait untuk meningkatkan kinerja," tandas Gus Irsyad.
Di sisi lain, urusan prestasi di bidang pendidikan sangat mentereng. Selama 2016, diraih 80 penghargaan di ajang olah raga dan kompetensi siswa, baik tingkat provinsi sebanyak 60 dan tingkat nasional sebanyak 20 penghargaan. (fat/fat)











































