Maskapai plat merah ini menyatakan berminat membuka penerbangan yang digadang-gadang bisa menjadi pengungkit geliat pariwisata bisnis dan pendidikan Banyuwangi.
Tim dari Garuda Indonesia pun datang ke Banyuwangi, Rabu (12/4) kemarin, membahas rencana ini.
"Garuda Indonesia minat pada penerbangan ini. Siapapun bisa masuk. Ini demi kemajuan ekonomi lokal Banyuwangi," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, kepada detikcom, Kamis (13/7/2017).
Anas mengatakan, selain Garuda Indonesia, ada sejumlah maskapai lain yang juga menyatakan minat menggarap rute Jakarta-Banyuwangi.
Anas menambahkan, dengan adanya rute Jakarta-Banyuwangi dan sebaliknya, tentu pariwisata, dunia usaha, dan mobilitas orang akan semakin cepat untuk menggerakkan perekonomian lokal.
"Dengan direct flight Jakarta-Banyuwangi, para wisatawan, dunia usaha, maupun masyarakat luas bisa lebih hemat waktu karena pesawat langsung menuju ke Banyuwangi," kata dia.
Sementara itu, Flora Izza, Vice President PT Garuda Indonesia Region 3 (Jawa Bali dan Nusa Tenggara) mengatakan, potensi market di Banyuwangi sangat potensial. Apalagi dengan banyaknya kunjungan wisatawan ke Banyuwangi. Sehingga untuk transit point, yang dulunya harus transit ke Surabaya terlebih dahulu, kini bisa diperpendek hanya di Jakarta saja.
Selain wisatawan, pasar juga tumbuh dari geliat usaha dan dunia pendidikan dengan kehadiran sejumlah kampus, seperti Universitas Airlangga di Banyuwangi yang mahasiswanya datang dari 18 provinsi seluruh Indonesia.
"Kedatangan kami ke Banyuwangi dalam rangka mematangkan penerbangan direct flight Jakarta-Banyuwangi dan sebaliknya. Growth di Banyuwangi itu cukup signifikan. Meski ada dua kali flight Surabaya-Banyuwangi dalam sehari, tingkat keterisian penumpang rata-rata mencapai 80 persen. Melihat ini, kami optimistis rute Jakarta-Banyuwangi juga akan laris," kata Flora.
Flora memaparkan, jumlah penumpang penerbangan Garuda Indonesia dari Surabaya-Banyuwangi mengalami perkembangan yang cukup bagus. Dalam dua kali sehari penerbangan rute tersebut, Garuda mencatat tingkat keterisian penumpang (load factor) sebesar 80 persen.
"Rute Jakarta-Banyuwangi dan sebaliknya memudahkan wisatawan dan masyarakat luas yang akan ke Banyuwangi. Sekaligus kami memudahkan masyarakat, termasuk yang berada di sekitar Banyuwangi seperti Situbondo, Jember, Bondowoso, dan kawasan Bali Barat yang akan ke Jakarta. Kan nanti mereka yang ke Jakarta lewat Banyuwangi pasti juga makan di sini dan beli oleh-oleh, sehingga ikut pula menggerakkan ekonomi lokal," imbuh Flora.
Rute Jakarta-Banyuwangi, kata dia, diharapkan bisa terealisasi sebelum lebaran. Sehingga saat arus mudik dan libur lebaran, bisa melayani pemudik dan wisatawan yang pasti membeludak.
"Kita siapkan pesawat sejenis Bombardier CRJ 1000 dengan kapasitas 96 penumpang," pungkasnya. (bdh/bdh)











































