Dalam peristiwa tersebut, Ujang bukanlah penumpang perahu tambang. Pria 53 tahun tersebut saat itu berada di pinggir sungai. Melihat kejadian itu, Ujang melompat ke sungai, berinisiatif untuk menolong para korban yang tenggelam.
"Pak Ujang adalah pahlawan. Pak Ujang hebat. Kita salut dan hargai keberaniannya," ujar Gus Ipul saat menyambangi rumah Ujang di Desa Sumber Rame, Wringinanom, Gresik, Kamis (13/4/2017).
Foto: Imam Wahyudiyanta |
Setelah itu Ujang keluar hendak membantu saudaranya yang sedang membuat jembatan. Namun seseorang memanggilnya untuk membantu di lokasi perahu tambang. Ujang pun menuruti ajakan itu.
Ujang memang seorang operator perahu tambang, tetapi saat itu ia tidak bertugas. Di saat kejadian, Ujang berdiri di pinggir sungai sambil membantu jalannya perahu. Namun tiba-tiba perahu tambang itu miring lalu semua penumpang dan motor di atasnya melorot masuk ke air.
Ujang dengan refleksnya segera mencebur ke air. Dia berusaha menyelamatkan para korban. Tidak diketahui apakah Ujang berhasil menyelamatkan korban atau tidak. Yang pasti setelah itu tubuh Ujang tak terlihat. Ujang kemudian ditemukan sudah tak bernyawa.
"Mudah-mudahan kemulyaan ada pada diri pak Ujang. Semoga yang masih hidup bisa meneladani perbuatan pak Ujang," kata Gus Ipul.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul memberikan tali asih. Gus Ipul juga meminta kepada Camat Wringinanom Darman untuk memastikan sekolah anak Ujang. Ujang hanya punya satu anak yakni Angelika nur Syahria yang saat ini masih duduk di kelas 3 SMP. (iwd/bdh)











































Foto: Imam Wahyudiyanta