Kepala Pos SAR Trenggalek, Asnawi Suroso mengatakan, jalan yang masih tertutup material longsor tersebut merupakan akses satu-satunya yang bisa dilalui alat berat, sedangkan akses yang lain kondisinya sempit dan berbahaya.
"Yang tertahan itu termasuk eskavator milik Basarnas, sebelumnya beroperasi di sektor A, ini saya mau ke lokasi longsor untuk memeriksa kondisi di lapangan," kata Asnawi Suroso saat dihubungi detikcom, Kamis (13/4/2017).
Menurutnya, hari ini tim tanggap darurat melakukan upaya pembersihan material longsor yang menutup badan jalan. Sehingga seluruh eskavator bisa dikeluarkan, serta mempermudah akses masyarakat yang ada di sekitar lokasi bencana alam.
Asnawi berharap cuaca cerah dan proses pembersihan material longsor bisa dilakukan dengan maksimal. Disinggung terkait penataan kawasan terdampak bencana, Asnawi mengaku hal itu kewenangan dari pemerintah daerah. Pihaknya hanya fokus pada operasi pencarian beberapa waktu yang lalu. "Kalau itu penanganan pascabencana oleh pemerintah daerah," ujarnya.
Baca Juga: Pencarian Korban Tanah Longsor di Ponorogo Disetop, 24 Orang Hilang
Sebelumnya, longsor terjadi di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (1/4). Akibatnya puluhan rumah penduduk tertimbun dan 28 warga dinyatakan hilang. Dalam pencarian dengan tim gabungan selama sepekan, hanya empat korban yang berhasil ditemukan, sedangkan 24 sisanya masih hilang.
Pencarian akhirnya dihentikan, sesaat setelah terjadi longsor susulan. Penghentian terpaksa dilakukan, karena kondisi material tanah yang longsor cukup labih dan berbahaya bagi tim SAR gabungan. (fat/fat)










































