Aksi makan aspal dilakukan oleh seorang peserta aksi bernama Jumadi. Dua genggaman aspal di tangan, sempat dimasukkan mulut dan digigit. "Aspal di Jember ini selama ini ke mana, kok banyak jalan berlubangnya. Menurut saya kemungkinan besar, uang aspal ini dimakan oleh beliau-beliaunya. Maka saya sebagai rakyat biasa, menduga mungkin aspal ini dimakan oleh para pejabat yang tidak bertanggungjawab," katanya di sela aksi, Senin (10/4/2017).
Menurut Jumadi, dia sangat tidak terima di Jember banyak sekali jalan berlubang. Sebab kondisi seperti itu menjadi salah satu pemicu terjadinya kecelakaan lalu lintas. "Sehingga kita betul-betul berinisitaif, bahwa aspal itu memang sudah dimakan oleh pejabat yang tidak bertanggungjawab," katanya.
Jumadi menegaskan, aksi yang dia lakukan bersama rekan-rekannya sesama aktivis hanya sebagai permulaan saja. Jika apa yang dilakukan hari ini tidak mendapat respon dari pemerintah, puhaknya akan melakukan aksi yang lebih besar lagi.
"Ini hanya permulaaan saja, supaya pemimpin di Jember ini bisa tergugah hatinya. Bahwa di Jember itu betul-betul banyak jalan yang berlubang. Jika dalam waktu dua minggu masih tetap, maka kita akan melakukan aksi yang lebih besar lagi," kata Jumadi.
Aksi keprihatinan dan mimbar bebas ini diisi dengan berbagai macam aktivitas. Diantaranya pembacaan puisi dan panggung musik. Dari aksi ini juga dilakukan penggalangan dana secara spontan. Hasil dari penggalangan dana tersebut akan diwujudkan dalam bentuk penambalan jalan berlubang. (bdh/bdh)











































