Menengok Pos Polisi di Tuban yang Ditembaki Teroris

Menengok Pos Polisi di Tuban yang Ditembaki Teroris

Ainur Rofiq - detikNews
Minggu, 09 Apr 2017 23:22 WIB
Menengok Pos Polisi di Tuban yang Ditembaki Teroris
Foto: Ainur Rofiq
Tuban - Pos Pantau Lalu Lintas di Kawasan Hutan Jati Peteng, Kecamatan Jenu, Tuban yang diserang teroris Jamaah Ansaru Daulah (JAD) bukanlah bangunan yang permanen.

Pantauan detikcom, pos itu hanyalah berupa tenda dengan kondisi yang sangat sederhana. Untuk penutup dinding samping menggunakan lembaran terpal dengan tinggi sekitar 1,15 meter.

Di bagian atas depan terdapat tulisan 'Pos Therapy Blackspot Satlantas Polres Tuban'. Bagian alasnya pun berupa karpet warna hitam yang sudah rusak.

Foto: Ainur Rofiq


Tak jauh dari pos yang ditembaki oleh kawanan teroris asal Jawa Tengah terdapat pohon besar. Di bagian dalamnya ditempatkan dua unit kursi kayu dan meja serta kayu triplek untuk dinding belakang.

Baca Juga: Kisah Aiptu Yudi yang Lolos dari Tembakan Terduga Teroris di Tuban

Saat terjadi penembakan pada Sabtu (8/4/2017) pagi, di pos itu sedang ada anggota Satlantas Polres Tuban, yakni Aiptu Tatag dan Aiptu Yudi. Dua tembakan yang dilancarkan teroris yang menumpang mobil Daihatsu Terios H 9467 HR sama sekali tidak mengenai dua anggota itu.

Tembakan yang dilakukan oleh para teroris hanya mengenai dinding triplek yang tembus ke dinding rumah Sungging (65), di belakang pos.

"Saat itu saya berada di depan rumah. Terdengar dua kali letusan," kata Sungging kepada detikcom saat berbincang di pos tersebut, Minggu (9/4/2017).

Ia mengaku melihat polisi d pos pantau tiarap saat terdengar letusan. Sungging juga melihat jika mobil Terios warna putih itu sempat putar balik tidak jauh dari lokasi pos.

Foto: Ainur Rofiq


"Lubang itu bekas tembakan dari mobil Terios. Sampai tembus rumah belakang," jelas Sungging.

Enam teroris yang menumpang mobil lantas kabur. Dua polisi yang ada di pos kemudian menghubungi rekan lainnya untuk melakukan pengejaran dan penghadangan.

Setelah dilakukan pengejaran dan penghadangan, Mobil Terios ditinggalkan pelaku di tepi jalan. Seluruh penumpang dan sopirnya kabur ke kebun di sekitar perkampungan Desa Beji, Kecamatan Jenu.

Foto: Istimewa


Brimob dan Densus Antiteror 88 melakukan pengepungan dan terjadi baku tembak. 6 orang teroris yang berniat balas dendam atau amaliyah itu tewas diterjang timah panas.

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin di Mapolres Tuban menyatakan bahwa keenam teroris ini berniat balas dendam kepada polisi.

"Yang jelas ada kaitannya teroris kelompok daripada JAD yang dua hari lalu ditangkap, ada 3 orang yang ditangkap di Lamongan masih dalam proses Densus 88 kemudian melakukan amaliyah, balas dendam," kata Irjen Pol Machfud Arifin, Sabtu (8/4/2017) malam.

Baca Juga: Dar Der Dor di Tuban Selesai, 6 Orang Tewas

Irjen Pol Machfud Arifin menjelaskan tiga terduga teroris yang diamankan di Lamongan pada Kamis (6/4) salah satunya adalah tokoh JAD.

"Dua hari lalu adalah tokoh JAD, ini dari kelompok JAD dan yang ini (6 orang) amaliyah melakukan balas dendam," imbuh Irjen Pol Machfud Arifin saat itu kepada wartawan.

Foto: Ainur Rofiq


Salah satu teroris yang melakukan penembakan terhadap polisi di pos itu adalah Satria Aditama, asal Semarang, Jawa Tengah.

"Dia ada duduk di depan," katanya. (ugik/ugik)
Berita Terkait