Ia menyayangkan Jawa Timur yang merupakan basis NU tapi gubernur yang terpilih selama ini tidak pernah dari kaum nahdliyin.
"Ini basis NU, tapi gubernurnya belum pernah dari NU, didominasi TNI dan nasionalis," kata Setya Novanto dalam acara Pelantikan Pengurus dan Rakerda DPD Golkar Jatim di Gedung Golkar Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Minggu (8/4/2017).
Setnov pun menyebut dari hasil survei Indobarometer yang melakukan survei cagub Jatim 2018. Komposisi yang masuk tiga besar adalah Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, kemudian Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.
"Kalau saya lihat survei terakhir, dari Indobarometer dengan simulasi cagub dengan pernyataan tertutup paling tinggi Saifullah Yusuf 41 persen, Tri Rismaharini 39,8 persen dan Khofifah 13,4, yang lain belum putuskan," ungkap Setnov.
Menurutnya, hasil lembaga survei terhadap calon pala daerah menjadi salah satu penilaian penting dirinya sebelum memutuskan memberikan rekomendasi atau dukungan di Partai Golkar.
"Untuk maju Pilkada saya tidak mau prioritaskan. Tidak harus Ketua atau Wakil Ketua DPD II jadi Bupati atau Gubernur tapi surveinya rendah. Kalau rendah berarti tidak pernah turun meski survei bukan patokan utama tapi menjadi petimbangan penting," tegas Setnov.
Ketua DPR ini juga mencontohkan ada beberapa cagub yang diusulkan ke dirinya tapi sampai saat ini masih belum diberikan rekomendasi.
"Untuk gubernur, kita sudah Riau, Kaltim, Sulsel dan Bali. Beberapa kali saya diminta tandatangan tapi tidak saya tandatangani kecuali surveinya diberikan pada saya," pungkas Setnov. (ze/ugik)











































