Rumah kader PKS yang berada di Gang Wetan Alun-alun tersebut tertutup rapat. Pagar besi warna putih juga tertutup, namun tak terkunci. detikcom yang datang, Minggu (9/4/2017) pukul 12.30 WIB, beberapa kali menyampaikan salam namun tak mendapat jawaban dari dalam rumah.
Baca Juga: Densus 88 Masih Periksa Anggota DPRD Pasuruan di Polda Jatim
Namun setelah lama menunggu, beberapa tetangga yang melintas akhirnya mau berbincang dengan detikcom, salah satunya Umar.
"Iya (sudah tahu penangkapan). Tapi tak mungkin gitu-gitu (terlibat teroris). Beliau selama ini guru ngaji dan anggota dewan. Sama tetangga juga baik," kata Umar.
Hal senada diungkapkan Ahmad Zubaidi, tetangga yang lainnya. Menurutnya, Nadir hanya seorang ustad yang mengajar mengaji. Prilaku dan hubungan dengan tetangga juga baik.
"Selama mengajar tak mengajar aneh-aneh. Biasa saja. Sama tetangga juga baik," jelasnya Ahmad.
Baca Juga: PKS Berharap Penangkapan Anggota DPRD Pasuruan Hanya Salah Paham
Ketua RT setempat M Yusuf mengatakan, bahwa selama ini Nadir baik pada sesama warga.
"Kami kaget dia ditangkap," tandasnya.
Muhammad Nadir Umar diamankan Tim Densus di Terminal T2 Bandara Internasional Juanda, Sabtu sore usai turun dari pesawat AirAsia XT 327 rute Kuala Lumpur – Surabaya.
Belum ada keterangan dari kepolisian penyebab M Nadir ditangkap. Kapolres Pasuruan AKBP Muhammad Aldian yang membenarkan penangkapan M Nadir Umar. Ia mengatakan Nadir masih menjalani pemeriksaan Tim Densus 88 di Mapolda Jatim. (ugik/ugik)











































