Informasi yang diperoleh detikcom, dari tas rangsel dan tas selempang itu ditemukan 3 buah dompet. Salah satu dompet berisi SIM B1 dan KTP atas nama AH, warga Batang, Jawa Tengah dan selembar fotokopi KTP atas nama EP, bukti transfer Bank BRI pada tanggal 22 Agustus 2016 serta uang Rp 50 ribu.
Foto: Ainur Rofiq |
Turut ditemukan dompet berwarna abu-abu berisi uang pecahan senilai Rp 5 ribu yang terdiri Rp 2 ribu dua lembar dan dua uang logam Rp 500. Kemudian SIM A dan C atas nama YR, warga Kabupaten Kendal Jawa Tengah serta kartu member cuci mobil 'KG'.
Dan satu dompet lainnya di dalamnya ditemukan KTP atas nama Satria Aditama yang merupakan pemilik paspor yang sebelumnya sudah diamankan polisi dari dalam mobil Daihatsu Terios puith yang ditinggal pelaku.
Foto: Istimewa |
Meski ditemukan beberapa identitas yang diduga milik terduga teroris, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin menyatakan pihaknya masih mengantongi satu identitas pelaku dari paspor yakni Satria Aditama.
"Satu pelaku teridentifikasi bernama Satria Aditama yang kita pastikan dari paspor yang kita amankan," katanya di Mapolres Tuban, Sabtu (8/4/2017).
Keenam orang yang menumpang mobil Daihatsu Terios nopol H 9037 BZ melakukan penyerangan dengan menembaki anggota Sat Lantas Polres Tuban di wilayah Jenu pada pukul 09.00 WIB, Sabtu (8/4/2017).
Foto: Ainur Rofiq |
Setelah dilakukan pengejaran dan penghadangan, Mobil Terios ditinggalkan pelaku di tepi jalan. Seluruh penumpang dan sopirnya kabur ke kebun di sekitar perkampungan Desa Beji, Kecamatan Jenu. Brimob dan Densus Antiteror 88 melakukan pengepungan dan terjadi baku tembak. 6 terduga teroris jaringan JAD tewas. (ze/ugik)












































Foto: Ainur Rofiq
Foto: Istimewa
Foto: Ainur Rofiq