Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, Sabtu (8/4/2017) mengatakan, penambahan masa pencarian dilakukan setelah pihaknya menerima berbagai saran dan masukan dari berbagai pihak yang melakukan penanganan bencana, mulai Basarnas, Kepolisian, TNI serta kepala desa setempat.
"Jadi untuk penambahan ini sifatnya tentatif, bisa satu hari atau tiga hari, karena nanti akan kami lakukan evaluasi setiap hari untuk menentukan bagaimana hasil maupun langkah selanjutnya," katanya.
Menurutnya, sesuai dengan keterangan teknis yang dipaparkan pihak Basarnas, pada dasarnya proses pencarian bisa dihentikan pada hari ini, mengingat volume material longsor dan area terdampak cukup luas. Sehingga tidak mungkin dilakukan penyisiran secara menyeluruh dalam waktu yang singkat.
"Limpahan tanah yang longsor ini luar biasa banyak, kurang lebih mencapai 1 juta meter kubik. Itu sesuatu yang sangat besar dan membutuhkan waktu sekitar satu tahun kalau hanya dengan 10 alat berat, karena kapasitas alat berat per hari hanya mampu 150 kubik" ujarnya.
Ipong mengaku prihatin, setelah melihat hasil pencarian yang telah dilakukan sepekan terakhir, karena hanya ada tiga korban yang berhasil ditemukan, sedangkan 25 korban lain masih hilang.
"Makanya, karena ini menyangkut kemanusiaan, sebelum kami ambil keputusan, saya ingin mendengar secara langsung permintaan warga seperti apa, serta pertimbangan dari Basarnas bagaimana," ujarnya.
Rencananya, dalam pencarian selanjutnya, pihaknya SAR gabungan akan memfokuskan pencarian pada sektor C dan D yang dimungkinkan terdapat jasad korban yang hilang. Penyisiran tersebut juga akan diintensifkan pada titik yang ditunjuk oleh para saksi mata kejadian.
"Nah, nanti apabila sudah dilakukan penyisiran dan ternyata tetap tidak ditemuka lagi korban, mungkin masyarakat akan bisa menerima. Yang jelas kami memnuhi permintaan warga untuk dilakukan pencarian," imbuhnya.
Sementara itu, Komandan Tim Basarnas, Asnawi mengatakan dari seluruh titik yang aman, mulai sektor A hingga D telah dilakukan penyisiran menggunakan alat berat maupun manual.
"Tapi memang kami tidak bisa melakukan penyisiran di zona bahaya, mengingat kondisinya berbahaya sekali bagi tim evakuasi. Seperti yang kita lihat tadi ada pergerakan lumpur dari atas hingga ke titik B," ujarnya.
Pihaknya memastikan, akan mengerahkan semua potensi yang ada untuk melakukan pencarian dalam waktu beberapa hari ke depan. Sedangkan untuk penghentian semua proses pencrian masih menunggu evaluasi lanjutan.
Di sisi lain, Kepala Desa Banaran, Sarnu megaku bersyukur, karena pemerintah daerah telah memenuhi permintaan warga agar proses pencarian dilanjutkan hingga beberapa hari ke depan.
"Selain untuk mencari korban, kami juga meminta tim penanggulangan bencana agar melakukan penataan ulang terhadap akses jalan maupun tanah yang telah dikeruk alat berat," katanya. (bdh/bdh)










































