"Stagnasi PAD ini karena dampak dinamika global, yang menyebabkan perlambatan ekonomi hampir terjadi di semua negara, termasuk Indonesia," kata Soekarwo diacara Forum Dialog dengan Wartawan Kelompok Kerja Pemprov Jatim, di kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan, Surabaya, Jumat (7/4/2017).
Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo menerangkan, dirinya menggagas reformasi di sisi pengeluaran (Expenditure reform), dengan memberikan stimulus di segmen usaha mikro kecil menengah (UMKM). Caranya yakni, memfasilitasi Loan Agreement yang memberikan bunga murah, mudah dan cepat.
Dana yang dialokasikan untuk loan agreement sekitar Rp 120 triliun, dan pemerintah tidak perlu mendapatkan giro. Sehingga suku bunga 6 persen, nantinya 1,5 persen untuk asuransi perbankan dan 4,5 persen keuntungan bank.
"Kita masih dalam proses atau on going program Expenditure Reform sebagai salah satu strategi fiskal yang ditempuh Pemerintah Provinsi Jawa Timur," tuturnya.
Selain itu, Gubernur juga akan mengumpulkan badan usaha milik daerah (BUMD) yang dibawah naungan Pemprov Jatim. Perusahaan plat merah tersebut diminta dalam penyertaan modalnya melibatkan pihak ketiga.
Katanya, jajaran direksi BUMD harus membuat solusi untuk bisa mandiri mengurus roda perusahaan. Restrukturisasi ini harus segera dilakukan.
"BUMD tidak bisa hanya mengandalkan modal dari APBD di tengah kondisi ekonomi sulit. Oleh sebab itu, para direktur utama (BUMD) harus membuat inovasi kebijakan, agar modalnya meningkat dan kuntungannya juga meningkat," terangnya.
Sementara itu, terkait dengan masyarakat kecil atau miskin, kata Gubernur Jatim yang terpilih dua periode ini, pemerintah wajib hadir dan memberikan bantuan berupa charity.
Selain itu, masyarakat kecil termasuk petani juga harus diberdayakan dan didampingi melalui keterampilan dan pendidikan vokasional, sehingga bisa menghasilkan panen yang produktif. Sedangkan segmen besar, dilakukan efisiensi atau insentif non fiskal.
"Mereka harus didik menjadi sumber daya manusia yang lebih berkualitas. Sehingga petani tidak menjadi pengangguran di kota besar, tapi ke industri karena keterampilannya," tandasnya. (roi/bdh)











































