Bupati Anas Ingin Kembangkan Kakao Banyuwangi

Bupati Anas Ingin Kembangkan Kakao Banyuwangi

Yakub Mulyono - detikNews
Kamis, 06 Apr 2017 23:28 WIB
Bupati Anas Ingin Kembangkan Kakao Banyuwangi
Foto: Yakub Mulyono
Jember - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berkunjung ke Pusat penelitian (Puslit) Kopi dan Kakao Indonesia di Jember, untuk menjalin kerjasama pengembangan produksi kakao di Banyuwangi. Sebab kualitas produksi kakao Banyuwangi merupakan yang terbaik dan telah dikenal seluruh dunia.

Menurut Anas, selain memiliki potensi dan produksi kakao yang baik, luas wilayah dan lahan di Banyuwangi juga sangat mendukung. "Dari kacamata yang memang membidangi di kakao dan kopi, ternyata semua lanskap di Banyuwangi ini sangat cocok untuk kopi dan kakao, dan hal ini tidak bisa dilakukan di kabupaten yang lain," ujar Anas di sela kunjungannya di Puslit Kopi dan Kakao Indonesia di Jember, Kamis sore (6/4/2017).

Bahkan produksi kakao yang dihasilkan oleh Banyuwangi adalah produk kakao terbaik di Indonesia dan di seluruh dunia. "Nah saat ini, kami sedang menginventarisasi potensi-potensi ini supaya memiliki nilai lebih bagi masyarakat. Sebab selama ini kakao yang diproduksi oleh Banyuwangi hanya dikirim ke luar negeri dalam bentuk bijinya saja. Padahal jika diproduksi akan dapat menghasilkan hal yang bagus," ujarnya.

Sehingga untuk benar-benar memanfaatkan potensi tersebut, lanjut Anas, pihaknya bekerjasama dengan lembaga-lembaga riset seperti halnya dengan Puslit Kopi dan Kakao Indonesia di Jember. Bertujuan untuk melihat potensi apa yang bisa dikembangkan di Kabupaten Banyuwangi.

"Ternyata setelah saya berkunjung di sini (Puslit Kopi dan Kakao Indonesia di Jember) dan berkunjung ke luar negeri, ternyata sama. Kakao yang ditulis (pada bahan-bahan produk coklat), kakao Glenmore. Nah orang memahaminya Kakao Glenmore itu Prancis, padahal Glenmore ini Banyuwangi, dan puslit kakao hari ini membenarkan bahwa jenis kakao Banyuwangi ini paling bagus," jelas Anas.

Hal tersebut yang kemudian akan dijadikan bahan pertimbangan Anas kepada masyarakat Banyuwangi, bahwa menanam dan memproduksi kakao tidak hanya untuk dikirim ke luar negeri dalam bentuk bahan mentah berupa biji. Namun nantinya, kata Anas, masyarakat Banyuwangi harus bisa menghasilkan produk coklat andalan khas Banyuwangi.

"Tidak hanya dikirim, terus balik lagi jadi coklat jadi. Tetapi harus bisa merasakan sendiri hot coklat (Coklat produk sendiri). Sehingga dengan menjalin kerjasama ini (dengan Puslit Kopi dan Kakao Jember), kita pertama akan pelatihan enterpreneurnya, dan yang kedua bagaimana menumbuhkembangkan jenis kakao yang unggulan di Banyuwangi, dan sampai dengan membuat (memproduksi) hot coklat yang baik, dan dapat menjadi andalan dari Banyuwangi," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Puslit Kopi dan Kakao Indonesia di Jember Misnawi mengatakan, kegiatan kunjungan yang dilakukan Bupati Banyuwangi ini adalah untuk membangun sinergi mengembangkan potensi kakao di Kabupaten Banyuwangi.

"Dalam artian, siapa yang punya potensi, maka dapat menghasilkan sesuatu yang lebih," ucap Misnawi.

Ia menjelaskan, Kabupaten Banyuwangi memiliki potensi produksi kakao yang baik dan cukup besar. "Kebetulan kami punya potensi teknologi yang bisa menghasilkan produk yang sesuai untuk itu (memproduksi coklat), dan bahan bakunya (kakao) tersebut, tersedia di sana," ucapnya. (bdh/bdh)
Berita Terkait