Ini Kronologi Pembunuhan Pembantu di Perumahan Elit

Ini Kronologi Pembunuhan Pembantu di Perumahan Elit

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Kamis, 06 Apr 2017 18:30 WIB
Ini Kronologi Pembunuhan Pembantu di Perumahan Elit
Foto: Imam Wahyudiyanta
Surabaya - Vian Ahmad Fauzi membunuh seorang pembantu bernama Tasri (Sri) yang bekerja di rumah Simon Raharjo Tansil, di Jalan Puncak Permai I/33, Sabtu (1/4/2017) dini hari.

Pria 19 tahun itu melakukannya seorang diri. Ia masuk rumah tapi tepergok Sri. Vian kemudian memukul lalu membunuh perempuan usia 47 tahun itu. Gagal mencari barang berharga di dalam rumah, Vian akhirnya keluar melalui pintu depan.

Berikut kronologi kejadian pembunuhan tersebut seperti yang dituturkan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga.

"Tersangka keluar kos pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB," ujar Shinto kepada wartawan, Kamis (6/4/2017).

Niat Vian melakukan pencurian di rumah tempat korban bekerja. Vian menuju rumah mewah itu dengan membawa obeng. Vian sendiri sudah melakukan survei dengan berkali-kali melewati rumah mewah tersebut. Jarak antara kos Vian dengan rumah Simon hanya sekitar 100 meter. Namun Vian tak langsung menuju ke rumah tersebut.

Ia menuju ke warung kopi milik Tosin, yang jaraknya juga tak jauh dari rumah Simon. Namun warung itu sudah tutup. Rupanya ada maksud Vian ke warung tersebut. Ia mengambil pisau yang biasa digunakan Tosin sehari-hari. Ia mengambil melalui celah yang ada di warung. Ia sempat berdiam diri di situ dan kemudian menuju ke rumah Simon sekitar pukul 03.00 WIB.

Vian masuk rumah dengan cara memanjat pagar. Setelah di halaman rumah Simon, Vian memanjat pohon menuju ke lantai dua. Selanjutnya Vian naik ke lantai tiga dengan memanjat dinding. Di lantai tiga, Vian mencongkel pintu menggunakan obeng yang dibawa.

Berhasil mencongkel pintu, pria asli Lumajang itu masuk dan turun ke lantai dasar. Saat menuruni tangga ke lantai dasar, sosok Vian diketahui oleh Sri. Rupanya saat itu Sri belum tidur. Perempuan 47 tahun itu baru saja selesai mengepel lantai. Vian dengan cepat mendatangi Sri lalu memukul pipi kirinya.

Mendapat pukulan itu, Sri terjatuh. Sebelum Sri sempat bangun, Vian dengan cepat menggorok leher kiri perempuan asal Tuban itu hingga tewas. Mayat Sri kemudian diseret Vian ke kamar pembantu. Dengan tenang, Vian mengambil handuk yang ada di ruang setrika untuk mengelap darah yang membasahi pisaunya.

Dan dengan tenang pula Vian menuju ke dapur. Rupanya ia haus. Ia mengambil gelas untuk minum. Vian sempat berkeliling rumah di antaranya ke garasi dan ruang tengah. Ia masih berusaha melakukan pencurian. Namun akses ke semua kamar rupanya terkunci.

Merasa usahanya gagal, Vian pun keluar rumah dari tempat masuk. Sebelum balik ke kos, Vian mengembalikan pisau yang 'dipinjamnya' ke warung Tosin. Mayat Sri ditemukan Simon, Sabtu (1/4) sekitar pukul 05.30 WIB. Setelah melakukan penyelidikan selama 5 hari, polisi akhirnya menemukan bahwa Vian adalah orang yang bertanggung jawab terhadap kasus ini. (iwd/fat)
Berita Terkait