Titik Rawan Longsor di 30 Desa, Warga Situbondo Diimbau Waspada

Titik Rawan Longsor di 30 Desa, Warga Situbondo Diimbau Waspada

Ghazali Dasuqi - detikNews
Selasa, 04 Apr 2017 17:50 WIB
Titik Rawan Longsor di 30 Desa, Warga Situbondo Diimbau Waspada
Foto: Ghazali Dasuqi
Situbo - Bencana longsor di Ponorogo membuat sejumlah pihak terkait di Situbondo meningkatkan kewaspadaan. Sebab, daerah rawan longsor juga cukup banyak tersebar di Situbondo. Selain meningkatkan koordinasi dengan pihak desa dan kecamatan, warga yang tinggal di daerah rawan longsor juga terus diimbau agar lebih waspada.

"Apalagi sekarang curah hujan masih tinggi. Jika kondisi cuaca dinilai mengkhawatirkan, kami mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan longsor untuk lebih berhati-hati. Kalau perlu mengungsi sementara ke tempat aman," kata Sekretaris BPBD Situbondo, Budi Narwanto, Selasa (4/4/2017).

Berdasarkan data di BPBD Situbondo, titik-titik rawan longsor di Situbondo tersebar di 30 Desa di 11 kecamatan. Puluhan desa yang memiliki titik rawan longsor tersebut, rata-rata memiliki daerah perbukitan. Pendataan rawan longsor tersebut, di antaranya didasarkan pada tingkat kemiringan tanah yang dinilai mengkhawatirkan. Selain itu, kondisi tanah yang dinilai mulai labil hingga rawan terjadinya ambrol.

Dari 11 kecamatan yang memiliki daerah rawan longsor, terbanyak ada di Kecamatan Sumbermalang, yakni 7 desa. Antara lain, Desa Tamankursi, Tamansari, Alastengah, Tlogosari, Sumberargo, Taman, dan Desa Kalirejo. Bahkan Februari 2017 lalu, bencana longsor sudah terjadi di Desa Alastengah. Meski tidak sampai menimbulkan korban, saat itu ada 7 rumah warga yang rusak akibat longsor.

"Untuk penanganan longsor di Desa Alastengah itu, rencananya tebing yang longsor itu akan kita bangun tangkis. Untuk pelaksanaannya masih kita koordinasikan dengan instansi terkait," papar Budi Narwanto.

Selain Kecamatan Sumbermalang, daerah longsor di Situbondo juga tersebar di 6 Desa di Kecamatan Jatibanteng. Masing-masing, Desa Wringinanom, Desa Pategalan, Desa Patemon, Desa Jatibanteng, Desa Curahsuri, dan Desa Semambung. Selebihnya, di Kecamatan Bungatan sebanyak 4 desa, Kecamatan Kendit sebanyak 3 desa, Kecamatan Mlandingan dan Kecamatan Asembagus masing-masing 2 desa.

Selain itu, daerah rawan longsor juga terdapat di Kecamatan Situbondo, Kecamatan Panji, Kecamatan Suboh dan Kecamatan Banyuglugur, masing-masing 1 desa.

"Pendataan yang kita lakukan itu per desa. Tapi kalau titiknya bisa jadi akan lebih banyak. Karena sangat mungkin beberapa desa itu ada lokasi rawan longsor lebih dari satu titik. Kami akan terus mengimbau agar warga di titik-titik rawan longsor itu terus waspada," papar Budi Narwanto. (fat/fat)
Berita Terkait