Hilangkan Trauma, Anak-anak Korban Longsor Ponorogo Diajak Bermain

Hilangkan Trauma, Anak-anak Korban Longsor Ponorogo Diajak Bermain

Adhar Muttaqin - detikNews
Selasa, 04 Apr 2017 11:42 WIB
Hilangkan Trauma, Anak-anak Korban Longsor Ponorogo Diajak Bermain
Foto: Adhar Muttaqin
Ponorogo - Sejumlah relawan melakukan trauma healing untuk memulihkan psikologis para pengungsi dari trauma pasca bencana tanah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo.

Tim yang terdiri dari polisi wanita (polwan) serta relawan Aisiyah tersebut mengajak anak-anak di lokasi pengungsian bernyanyi dan melakukan permainan sederhana.

Cara itu dinilai cukup ampuh untuk membangkitkan semangat para korban dan melupakan bencana yang dialami. Wajah ceria anak pengungsi pun langsung terpancar saat para relawan membuat interaksi dengan permainan-permainan yang menarik.
Relawan dan polisi ajak anak korban longsor bermainRelawan dan polisi ajak anak korban longsor bermain Foto: Adhar Muttaqin

Tidak hanya anak-anak, para pengungsi dewasa yang ikut menyaksikan kegaiatan tersebut juga ikut merasakan keceriaan. Salah seorang Polwan Polres Ponorogo, Ratna Indah mengatakan, program pemulihan psikologis dilakukan 8 anggota serta dibantu oleh beberapa relawan dari organisasi Aisiyah.

"Kami terus melakukan pendampingan, baik itu untuk pengungsi anak-anak maupun yang dewasa, pemulihan seperti ini sangat diperlukan saat pascabencana agar meraka memiliki semangat," kata Ratna Indah di lokasi, Selasa (4/4/2017).

Menurutnya, program tersebut akan terus dilakukan hingga seluruh korban hilang berhasil ditemukan. Bahkan bila masih dibutuhkan, tim relawan mengaku siap untuk melakukan upaya pendampingan.

Hal senada disampaikan relawan Aisiyah, Ima Rismayanti, menurutnya dengan adanya pemulihan trauma diharapkan para korban tanah longsor bisa kembali bangkit dan semangat untuk menjalani aktivitas sehari-hari maupun menatap masa depan.
Relawan dan polisi ajak anak korban longsor bermainRelawan dan polisi ajak anak korban longsor bermain Foto: Adhar Muttaqin

"Kalau dari kami lebih fokus untuk pendampingan bagi pengungsi perempuan dan anak-anak, karena mereka sangat rentan sekali mengalami trauma yabg berkepanjangan," ujarnya.

Sementara salah seorang pengungsi anak, Intan Pratika Putri mengaku cukup senang denga kehadiran para polwan dan relawan. "Tadi diajak bernyanyi menari dan lain-lain, permainannya lucu-lucu," katanya.

Intan mengaku di lokasi pengungsian tinggal bersama bersama ayahnya, sedangkan sang ibu masih hilang dan belum berhasil ditemukan. "Saat kejadian longsor itu saya ada di sekolah, begitu tahu ada longsor langsung lari sama teman-teman," imbuhnya.

Di sisi lain, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Sumani menjelaskan, untuk membantu memulihkan psikologis para korban, pihaknya juga mendapat bantuan relawan dari sejumlah instansi dari dalam maupun luar kota.

"Jadi untuk yang melakukan trauma healing ini ada yang dari Ponorogo, ada juga dari Yogyakarta, solo dan beberapa daerah lain, semuanya ingin membantu pengungsi agar bangkit lagi," ujarnya.

Pihaknya mengaku juga menurunkan sejumlah pekerja sosial yang memiliki kompetensi khusus bidang psikologi dan penanganan korban bencana. (fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini