"Aksi ini kami lakukan sebagai bentuk penolakan terhadap regulasi Liga 2 yang menggelar pertandingan hanya di hari Senin sampai Kamis saja," ujar Andi Peci, Koordinator aksi di sela-sela aksi bonek di Car Free Day, Jalan Raya Darmo, Surabaya, Minggu (2/4/2017).
Andi mengatakan, hari Senin sampai Kamis, dirasa memberatkan suporter, khususnya Bonek.
"Bonek kan juga punya aktivitas. Ada yang bekerja, ada yang wirausaha, ada yang pengusaha, juga ada yang masih sekolah. Jadi hanya bisa menonton di setiap Sabtu atau Minggu," ujarnya.
Ia mendesak kepada PSSI, agar regulasi yang diputuskan sejak dua hari lalu itu, segera direvisi. Dan memberikan kesempatan kepada suporter menyaksikan tim kesayangannya.
Bonek kembali turun ke jalan Foto: Icha |
"Kami mendesak kepada PSSI untuk mengkaji ulang keputusan yang baru dikeluarkan," katanya.
Selain itu, Bonek juga meminta manajemen Persebaya, agar melayangkan keberatannya melalui surat resmi ke PSSI.
"Bonek juga minta manajemen (Persebaya) berkirim surat kepada PSSI secara resmi, menyampaikan keberatan tentang regulasi hari pertandingan," jelasnya.
Ribuan bonek ini melakukan long march dari titik kumpul di Kebun Binatang Surabaya (KBS), jalan kaki menuju ke lokasi car free day (CFD) di Jalan Raya Darmo. Kemudian berjalan dan putar balik di depan Hotel Mercure, hingga kembali ke KBS.
Dalam aksinya, mereka membawa beragam umbul-umbul, spanduk. Di antaranya bertuliskan: 'Menolak regulasi Liga 2 yang menggelar pertandingan hanya di hari Senin-Kamis', dan beragam tulisan lainnya. (roi/fat)











































Bonek kembali turun ke jalan Foto: Icha