Gelaran ini bukan termasuk 72 event Banyuwangi Festival. Setiap Sabtu malam, tepatnya di Taman Blambangan digelar kesenian lokal dari seluruh penjuru Banyuwangi. Meski tiap minggu digelar, panggung ini tidak pernah sepi pengunjung.
Misalnya, Sabtu (1/4/2017) malam, pentas terbuka Taman Blambangan menampilkan Kesenian Prabu Roro. Prabu Roro atau Rengganis adalah kesenian drama tadisional yang berkembang di Banyuwangi, diperkirakan berasal dari Kerajaan Mataram Islam.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan atraksi seni setiap akhir pekan ini dirancang untuk memanjakan wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi. Selain ke obyek wisata, para pelancong diberikan alternatif atraksi wisata agar liburannya lebih berwarna.
Weekend di Banyuwangi disuguhi musik lokal, jazz dan drama Foto: Ardian Fanani |
"Panggung ini juga wadah tampilnya sanggar tari, kelompok seni dan budaya. Setiap malam minggu, mereka tampil menghibur masyarakat dan wisatawan yang singgah di Banyuwangi. Ini bukti kami tetap melestarikan budaya dan seni Banyuwangi. Kami memberi ruang seluas-luasnya kepada kelompok seni dan budaya Banyuwangi," ujar Bupati Anas kepada detikcom, Minggu (2/4/2017).
Ramainya di tiap weekend tak hanya campur tangan dari Pemkab Banyuwangi yang menampilkan suguhan di taman di pusat kota, peran serta masyarakat juga ikut terlibat menampilkan event menghibur wisatawan yang datang.
Pagelaran Jazzethnic yang digelar kampung wisata Pulau Santen, Banyuwangi, juga jadi andalan. Pagelaran musik ini dirancang warga setempat. Salah satunya mempromosikan Pantai Pulau Santen, obyek wisata baru yang tengah digarap Pemkab Banyuwangi. Sisi utara pantai ini didesain menjadi Pantai Syariah yang dikhususkan bagi kaum hawa.
Tak hanya itu, digelar juga penampilan musik lokal khas Banyuwangi yang dimainkan oleh musisi jalanan setempat di amphitheatre, berada di tengah-tengah taman publik, Sritanjung.
"Dengan banyaknya festival, kita mengedukasi masyarakat untuk terlibat dalam pengembangan pariwisata. Saat ini pertunjukan yang digelar oleh masyarakat sudah seiring berjalan dengan tujuan Banyuwangi," pungkas Anas.
Sementara wisatawan dari China, Xio Xio mengaku senang dengan pertunjukan yang digelar di Taman Blambangan. Pertunjukan seni dan tradisi yang digelar bisa mengisi waktu senggang sebelum mendaki Ijen dinihari.
"Sebelum berangkat ke Ijen kita senang melihat acara ini. Banyuwangi memang bagus," ujarnya. (fat/fat)












































Weekend di Banyuwangi disuguhi musik lokal, jazz dan drama Foto: Ardian Fanani