Pemkab Banyuwangi Gandeng BTN Kembangkan Homestay Milik Warga

Pemkab Banyuwangi Gandeng BTN Kembangkan Homestay Milik Warga

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 30 Mar 2017 15:42 WIB
Pemkab Banyuwangi Gandeng BTN Kembangkan Homestay Milik Warga
Salah Satu Homestay di Kemiren Banyuwangi/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Demi menggalakkan pariwisata berbasis masyarakat, Pemkab Banyuwangi merangkul Bank Tabungan Negara (BTN) untuk pengembangan homestay milik warga. BTN memberikan kredit lunak pembiayaan kemitraan terhadap 12 warga pemilik homestay di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Kamis (30/3/2017).

Pada tahap awal ini, BTN memberikan pembiayaan kepada 12 orang dengan plafon pembiayaan antara Rp 30-75 juta dengan jangka waktu pinjaman selama 5 tahun. Salah satu syaratnya adalah warga pemohon harus sudah memiliki usaha homestay.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya terus mendorong pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Pariwisata menjadi payung untuk pembangunan Banyuwangi, karena salah satu tujuannya agar dampak pembangunan bisa dinikmati lebih banyak warganya.

"Salah satunya kami mendorong masyarakat untuk mengembangkan homestay. Karena, homestay ini bisa menjadi penghasilan yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Selain itu kami juga melatih masyarakat menjadi tuan rumah yang baik, sehingga image pariwisata Banyuwangi akan menjadi wisata yang ramah, yang hangat," kata Anas kepada detikcom, Kamis (30/3/2017).

"Kami ingin kualitas homestay yang dimiliki masyarakat meningkat. Misalnya saja dengan membuat toilet yang nyaman bagi wisatawan, atau merenovasi lainnya. Maka kami memberikan program kemitraan bersama BTN agar warga mampu memberikan fasilitas terbaik bagi wisatawan. Ini sebagai wujud pariwisata berbasis masyarakat yang dikembangkan di Banyuwangi. Artinya, pengembangan wisatanya melibatkan dan dinikmati masyarakat," tambahnya.

Di Banyuwangi, homestay tumbuh begitu pesat selama tiga tahun terakhir. Saat ini setidaknya terdapat 200 homestay, yang terdaftar di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupar) Banyuwangi. Jumlah ini diperkirakan terus tumbuh.

Sementara itu Kepala Bank BTN Cabang Banyuwangi Rachman Suhendri mengatakan program ini sebagai bentuk kontribusi BTN terhadap pariwisata di Banyuwangi. Program pembiayaan ini merupakan program kemitraan khusus untuk pengembangan homestay warga Banyuwangi.

"Kami ingin ikut berperan dalam kemajuan pariwisata di Banyuwangi. Desa Kemiren ini menjadi pilot Project program kemitraan dengan Pemkab Banyuwangi kedepannya akan kami kembangkan ke kecamatan lainnya yang memiliki potensi wisata," kata Rachman.

Salah satu warga penerima pembiayaan tersebut adalah Asnan (45). Asnan mendapatkan pembiayaan sebesar Rp 30 juta. Dana tersebut akan digunakan Asnan untuk merenovasi kamar-kamar homestay yang dimiliknya serta membangun toilet yang baru bagi wisatawan.

Asnan sendiri mengaku sudah menjalankan usaha homestay selama 5 tahun. Dia menerima kunjungan wisatawan yang menginap mulai dari pelajar sampai kunjungan kerja kepala kesa dari Nabire, Provinsi Papua.

"Saya senang karena Banyuwangi semakin banyak dikunjungi wisatawan termasuk yang datang ke tempat saya juga meningkat," cetusnya. (bdh/bdh)
Berita Terkait