Ali Fauzi dkk Dirikan Yayasan Lingkar Perdamaian di Lamongan

Eko Sudjarwo - detikNews
Rabu, 29 Mar 2017 15:33 WIB
Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Mantan kombatan, Ali Fauzi Manzi, mendirikan sebuah yayasan di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Lamongan. Yayasan bernama Lingkar Perdamaian ini akan mendidik anak-anak, janda, serta para istri yang suaminya masih dipenjara karena kasus terorisme.

Pendirian Yayasan Lingkar Perdamaian disampaikan Ali Fauzi, di sela-sela peletakan batu pertama pembangunan TPA Plus dan renovasi Masjid Baitul Muttaqin, di Desa Tenggulun.

Ali Fauzi mengatakan, Yayasan Lingkar Perdamaian didirikan bersama dengan mantan teroris. Yayasan Lingkar Perdamaian ini menjadi sebagai satu-satunya yayasan yang bergerak di bidang Control Flow Integrity (CFI). Yayasan ini untuk menjauhkan dari sifat-sifat destruktif, termasuk pengebomam.

"Pendirian Yayasan Lingkar Perdamaian berangkat dari banyaknya sejarah yang dilalui bersama rekan-rekan, banyak sekali yang bisa kita ambil hikmahnya," kata Ali Fauzi, Rabu (29/3/2017).
Yayasan Lingkar Perdamaian didirikan di LamonganYayasan Lingkar Perdamaian didirikan di Lamongan Foto: Eko Sudjarwo

Direktur Perlindungan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, Brigjen Pol Herwan Chaidir menyatakan, pihaknya terus berupaya menanggulangi aksi-aksi terorisme. Salah satunya, BNPT melakukan pembangunan TPA plus dan renovasi Masjid Baitul Muttaqin, di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro ini.

"TPA plus sebagai penunjang pendidikan anak-anak di Yayasan Lingkar Perdamaian, yang diketuai langsung oleh Ali Fauzi Manzi," ujar Herwan Chaidir.

Sementara Kepala BNPT RI, Komjen Pol Suhardi Alius menyebut, pembangunan TPA plus dan renovasi Masjid Baitul Muttaqin, akan menjadi pohon harapan. Di antaranya sebagai tempat menuntut ilmu bagi para anak-anak generasi bangsa.

"Ini wujud komitmen kami, bahwa negara selalu hadir. Harapan kami pembangunan ini bisa berjalan dengan baik. Sehingga selesai lebaran nanti sudah bisa kita resmikan," paparnya.

Lebih jauh, Suhardi menambahkan, di TPA plus dapat mendidik para generasi penerus menjadi anak-anak yang berguna bagi Bangsa. Di antaranya, senantiasa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia mengaku, sebelum melakukan peletakan batu pertama TPA plus dan Masjid Baitul Muttaqin, pihaknya juga telah meresmikan Pesantren Darusy Syifa di Dusun IV, Sei Mencirim, Kutalimbaru, Deliserdang, Sumatera Utara.

Pesantren yang didirikan mantan napi terorisme Khairul Ghazali itu, menjadi yang pertama dan satu-satunya pesantren yang membina anak-anak mantan napi terorisme dan teroris yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Untuk mereduksi radikalisme, tidak harus selalu menggunakan pendekatan represif. Pola pendekatan kemanusiaan pun harus lebih banyak dilakukan," tandasnya.

Suhardi Alius menambahkan, pendirian pesantren Darusy Syifa dan TPA plus serta renovasi Masjid Baitul Muttaqin yang merupakan binaan BNPT ini, diharapkan akan menjadi percontohan. Karena masih ada rencana pembangunan pesantren serupa di tempat-tempat lain.

Saat bersamaan, Bupati Lamongan Fadeli cukup mengapresiasi pembangunan TPA plus dan Masjid Baitul Muttaqin di Desa Tenggulun. Menurut dia, pembangunan itu merupakan bentuk perhatian besar dari Pemerintah RI-BNPT. Sehingga Lamongan dan Indonesia akan selalu aman dan kondusif.

Selain dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius, acara peletakan batu pertama ini juga dihadiri oleh Wakil Kapolda Jatim, Brigjen Pol Gatot Subroto, dan Danrem 082/CPYJ Kolonel (Kav) Gathut Setyo Utomo.

Tak hanya itu, Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Dr KH. Nasarudin Umar MA dan Kapolres Lamongan AKBP Juda Nusa Putra juga turut hadir di acara ini. Bahkan, 30 lebih mantan napiter dan mantan jaringan teror wilayah Jawa Timur, juga turut menyaksikan pembangunan TPA plus dan Masjid Baitul Muttaqin. (fat/fat)