Taman Edukasi Kebencanaan untuk PAUD, Dinsos Dapat Penghargaan

Taman Edukasi Kebencanaan untuk PAUD, Dinsos Dapat Penghargaan

Ghazali Dasuqi - detikNews
Rabu, 29 Mar 2017 16:13 WIB
Taman Edukasi Kebencanaan untuk PAUD, Dinsos Dapat Penghargaan
Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Pembuatan taman edukasi kebencanaan di halaman Dinas Sosial (Dinsos) Situbondo berbuah prestasi. Baru-baru ini, Pusdalops Tagana Dinsos Situbondo mendapat penghargaan atas prestasi inisiatif membuat taman edukasi kebencanaan untuk para siswa. Penghargaan tersebut didapat dari Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa.

"Taman ini kita beri nama Taman Jembatan Peduli Anak Bangsa atau disingkat Tajem Pedang. Sejauh ini memang baru satu-satunya di Indonesia," kata Kepala Dinsos Situbondo, Lutfi Joko Prihatin di kantornya, Rabu (29/3/2017)

Di lokasi taman tersebut, baru-baru ini Tagana Dinsos Situbondo telah melaksanakan edukasi untuk para siswa PAUD di Kecamatan Situbondo. Salah satunya dikemas dengan memperkenalkan aneka peralatan kebencanaan. Mulai dari memperkenalkan alat pelampung dan cara pemakaiannya, mendirikan tenda untuk penampungan korban bencana, serta mengajak para siswa menaiki perahu SAR milik Tagana.

Tak hanya itu. Edukasi kebencanaan juga dilakukan dengan lomba mewarnai aneka peristiwa bencana alam, seperti gunung meletus, banjir, dan tsunami. Para anak siswa PAUD juga diajak mencintai lingkungan dengan melakukan penanaman bibit pohon di sekitar lokasi Tajem Pedang.

"Para siswa PAUD sangat senang bermain di situ. Karena di sana juga dilengkapi dengan aneka permainan untuk anak-anak. Makanya, ke depan kami akan meminta semua PAUD se Kabupaten Situbondo ini untuk membuat jadwal edukasi kebencanaan di taman ini. Suratnya ke semua lembaga PAUD sudah kita layangkan," papar Lutfi.
Taman Edukasi Kebencanaan untuk PAUDTaman Edukasi Kebencanaan untuk PAUD Foto: Ghazali Dasuqi

Agar siswa PAUD tidak takut dengan materi kebencanaan, Dinsos Situbondo sengaja membuat lokasi Tajem Pedang menyerupai taman bermain. Selain lantai dan tempat duduknya dicat warna-warni, di lokasi taman juga terpasang banyak lampu hias.

"Dengan Tajem Pedang ini, kami tentu berharap Dinsos Situbondo ke depan bisa menjadi percontohan dan ikon nasional," papar Lutfi Joko Prihatin.

Pembuatan Tajem Pedang sekitar sebulan lalu hasil swadaya dari pekerja sosial di Situbondo. Diperkirakan sudah ada sekitar Rp 20 jutaan untuk pembuatan taman tersebut. Seluruh dana tersebut murni non APBD. Selain dana, tanaman bunga yang ada di sekitar lokasi taman juga berkat kepedulian dari berbagai pihak. Termasuk dari seluruh staf Dinsos Situbondo.

"Saya hanya mengimbau, agar seluruh staf hendaknya berkonstribusi dalam pembuatan taman ini. Meskipun hanya dengan satu pohon saja. Agar nantinya mereka juga merasa memiliki terhadap taman ini," kata Lutfi.

Menurut Lutfi, pembuatan Tajem Pedang awalnya hanya ingin memanfaatkan lahan kosong yang ada di halaman samping kantornya. Pihaknya berinisiatif membuat taman tersebut, untuk dijadikan tempat kongkow-kongkow para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Situbondo, baik pengamen maupun anak jalanan. Sehingga akan memudahkan Dinsos untuk mengakomodir dan mengasah keterampilan para mereka.

"Ide menjadikan Tajem Pedang ini sebagai tempat edukasi kebencanaan bagi siswa muncul, saat kami melakukan simulasi SAR di Pasir Putih. Saat itu ada rombongan siswa dari luar kota yang berwisata di sana. Sekalian mereka kita ajak edukasi kebencanaan. Dari situ kemudian edukasi kebencanaan itu kita kembangkan di taman ini," tandas mantan Kepala Dishubkominfo Situbondo itu. (fat/fat)
Berita Terkait