Musrenbang Surabaya 2017 Fokus Pembangunan Berorientasi Lingkungan

Musrenbang Surabaya 2017 Fokus Pembangunan Berorientasi Lingkungan

Zaenal Effendi - detikNews
Rabu, 29 Mar 2017 15:50 WIB
Musrenbang Surabaya 2017 Fokus Pembangunan Berorientasi Lingkungan
Foto: Hendra Kusuma/detikFinance
Surabaya - Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kota Surabaya 2017 didominasi usulan tingkat RW dan komunitas. Usulan pembangunan tahun ini berorientasi lingkungan untuk mendukung potensi wisata di Surabaya.

Untuk memudahkan usulan pembangunan, Kota Surabaya menerapkan usulan berbasis elektronik (e-Musrenbang). Pertama, masyarakat bisa menyampaikan usulan pembangunan secara langsung sejak dari tingkat RW. Selain usulan melalui RW, warga juga bisa menyampaikan usulan melalui komunitas. Dengan begitu, warga tidak perlu lagi bingung untuk menyampaikan usulan pembangunan.

"Mekanisme nya harus melalui Musrenbang. Sebab, pernah ada yang menyampaikan usulan langsung ke saya, itu ndak bisa karena tidak sesuai mekanisme. Harus sesuai mekanisme sehingga bila ada pemeriksaan BPK, tidak ada masalah. Apalagi, proses perencanaan kita sudah jadi percontohan di tingkat nasional," ujar Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini ketika membuka acara Musrenbang Kota Surabaya tahun 2017 di Ruang Pola, Gedung Bappeko Surabaya, Rabu (29/3/2017).

Risma mencontohkan pengembangan kawasan untuk wisata mangrove. Ini sesuai dengan tema pembangunan tahun 2017 tentang peningkatan daya saing ekonomi lokal melalui percepatan pembangunan infrastruktur berwawasan lingkungan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia.

Menurut Risma, Surabaya saat ini sudah menjadi tujuan wisatawan sebagai destinasi wisata pelesir dan juga wisata MICE (meeting, incentive, convention, event).

"Apalagi, pada September nanti, akan ada kapal cruise terbesar yang singgah di Surabaya. Kita ini sudah jadi tujuan wisata. Tahun depan juga akan ada agenda Start Up Nation Summit. Kalau kita lebih terdengar di dunia, itu bagus untuk perkembangan kota dan juga menjadi peluang bagi warga kota," ungkap Risma.

Untuk rekapitulasi usulan Musrenbang kelurahan dan kecamatan tahun 2017, total ada 2.363 usulan. Dari jumlah itu, yang lolos verifikasi ada 1.890 usulan. Yakni 1.526 usulan melalui RW dan 364 usulan melalui komunitas.

Usulan tersebut terbagi dalam usulan fisik dan non fisik. Untuk usulan fisik, kontruksi jalan paving permukiman mencapai 325 usulan. Ada juga usulan pembuatan taman mencapai 50 usulan. Termasuk juga usulan pembangunan sarana olahraga. Sementara untuk usulan non fisik diantaranya alat peraga edukatif, pelatihan, pembentukan taman bacaan masyarakat dan paket bibit perikanan.

"Kami mendahulukan usulan terkait aksesibilitas untuk infrastruktur, lalu ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Sebab, di ranah itulah, ketangguhan kita untuk menghadapi persaingan global akan teruji," ujar dia.

Wali Kota perempuan pertama di Pemkot Surabaya ini menyinggung target Pemkot untuk menyelesaikan pembangunan jalur lingkar luar barat dan lingkar luar timur dalam dua tahun ini. Menurutnya pembangunan dua jalan tersebut penting untuk bisa membuka akses antar wilayah di Surabaya. "Sehingga tidak ada lagi kawasan pinggiran," tegas Risma. (ze/fat)
Berita Terkait