DetikNews
Rabu 29 Maret 2017, 09:23 WIB

Balita 19 Bulan di Situbondo Sempat Dibawa Kabur Pria Bertopeng

Ghazali Dasuqi - detikNews
Balita 19 Bulan di Situbondo Sempat Dibawa Kabur Pria Bertopeng Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Seorang balita di Situbondo dikabarkan sempat dibawa kabur pria bertopeng ala ninja. Dian Fahnia, balita 19 bulan, diambil paksa pelaku saat sedang digendong ibunya, Fatma (40), di sekitar rumahnya, Dusun Ardani, Desa Peleyan, Kecamatan Kapongan.

Bahkan sempat terjadi tarik menarik antara sang ibu dengan pelaku, hingga sang balita ketakutan dan menangis. Saat itu pelaku sempat berhasil merebut paksa si anak dan membawanya kabur. Tahu begitu, sang ibu pun berteriak-teriak minta tolong karena anaknya diculik.

Namun karena sang anak terus menangis, akhirnya pelaku melepas si balita di dekat sungai, pada jarak sekitar 50 meter dari rumahnya. Sontak saja, kabar adanya penculikan anak itu membuat heboh warga hingga banyak yang berdatangan. Mereka beramai-ramai memburu pelaku, yang disebut-sebut kabur ke arah barat.

Warga dan petugas juga sempat mengepung sebuah lahan kebun tebu, yang dicurigai menjadi arah kaburnya pelaku. Namun hingga Rabu (29/3/2017) dini hari, pengejaran terhadap pria bertopeng itu tidak membuahkan hasil.

"Belum bisa disimpulkan ini penculikan. Karena pelakunya sendiri belum ditangkap dan satu-satunya saksi adalah ibunya. Yang pasti, semalam polisi langsung merespon peristiwa tersebut dan mendatangi lokasi kejadian. Sekarang masih diselidiki," kata Kasubbag Humas Polres Situbondo, Iptu H Nanang Priyambodo, Rabu (29/3/2017).

Keterangan detikcom menyebutkan, peristiwa diduga penculikan itu terjadi pada Selasa (28/3) malam. Saat itu, kondisi rumah Fatma memang sedang sepi. Wanita ini hanya tinggal berdua dengan anaknya yang masih balita. Sementara suaminya sedang pergi tahlilan ke rumah tetangganya. Kesempatan ini dimanfaatkan pelaku melancarkan aksinya.

"Warga memang sangat ramai mencari pelakunya. Polisinya juga turun tangan. Anaknya mengalami shock, sempat ada petugas medis memeriksa kondisi kesehatannya," papar Didik, seorang warga.

Hingga kini, polisi sendiri masih terus mendalami kejadian tersebut. Iptu Nanang menegaskan, peristiwa tersebut belum bisa disimpulkan sebagai kasus penculikan. Selain pelaku tidak diketahui dan satu-satunya saksi hanya ibu korban, saat kejadian si anak ternyata juga memakai perhiasan kalung. Sehingga bisa jadi pelaku bermaksud mengambil kalungnya.

"Bisa jadi juga ada maksud lain dari pelaku. Yang jelas, sekarang kasus ini sedang kita dalami. Polisi masih memintai keterangan saksi-saksi," tandas Nanang.

Selebihnya, Nanang mengimbau, agar warga tetap waspada. Jangan sampai kejadian ini dapat menimbulkan kepanikan yang berlebihan. "Apa lagi sekarang masyarakat sering mendapat kabar atau informasi yang tidak benar tentang penculikan anak," ujar Nanang.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed