Deputi Bidang KB dan Kesehatan Reproduksi pada Badan Kependudukan dan KB Nasional (BKKBN), Dwi Listyawardani, yang hadir dalam pencanangan tersebut berharap banyaknya Kampung KB di Lamongan bisa bermanfaat untuk program secara nasional.
Pasalnya, selama ini keberhasilan pembangunan SDM di luar Jawa banyak karena diinisiatori oleh migran dari Jawa. Sementara warga Lamongan selama ini dikenal sebagai warga perantau.
"Kami sangat terbantu dengan keberadaan migran di luar jawa ini. Sehingga pembangunan SDM di Indonesia bisa lebih merata. Dari sini kita mulai membangun Indonesia, karena banyak warga Lamongan yang merantau," kata Dwi Listyawardani.
Terkait program Kampung KB di Lamongan, dia berharap tidak berhenti karena sudah tercapai 1 kecamatan memiliki 1 Kampung KB. Dwi berharap agar kampung KB lebih ditingkatkan untuk kampung-kampung lain yang dideteksi memiliki ketertinggalan di banding desa lainnya.
"Apalagi kondisi saat ini, sebanyak 30 persen balita di Indonesia mengalami gizi buruk, dan itu sebagai ancaman bagai masa depan Indonesia," tuturnya.
Sementara, Kampung KB tersebut sebagaimana disampaikan Dwi Listyawardani sebagai penerjemahan Program Nawa Cita Presiden Joko Widodo, yakni membangun dari pinggiran dalam kerangka meningkatkan SDM yang berkualitas. Karena program dalam Kampung KB itu tidak hanya akan mengurusi pembinaan terkait alat kontrasepsi. Namun juga pembinaan di banyak bidang, mulai balita, remaja hingga lansia sehingga berdampak pada peningkatan SDM dan kesejahteraan.
Sementara, Bupati Fadeli berharap adanya puluhan Kampung KB tersebut bisa memberikan motivasi dan semangat untuk terus bekerja keras. Dia meminta organisasi perangkat daerah agar memetakan desa-desa lain yang memiliki ketertinggalan dibanding desa lain, untuk kemudian diberikan program pembentukan Kampung KB. (fat/fat)











































