Ini Kerusakan yang Terjadi Pasca Air Bah Terjang Kalikatir

Ini Kerusakan yang Terjadi Pasca Air Bah Terjang Kalikatir

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 27 Mar 2017 12:23 WIB
Ini Kerusakan yang Terjadi Pasca Air Bah Terjang Kalikatir
Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto -

Banjir bandang yang menerjang Desa Kalikatir, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto mengakibatkan 8 rumah rusak. Selain itu, puluhan rumah lainnya terendam lumpur dan ratusan ternak warga hanyut. Saat ini warga memperbaiki rumah dan membersihkan lumpur sisa air bah tersebut.

Salah satu rumah yang rusak diterjang air bah adalah milik Sarmin (47), warga Dusun/Desa Kalikatir. Bapak tiga anak ini rumahnya hanya berjarak sekitar 5 meter dari Sungai Klorak, sungai yang membelah kampung ini, berhulu dari Pegunungan Anjasmoro.
Pasca Air Bah Terjang MojokertoPasca Air Bah Terjang Mojokerto Foto: Enggran Eko Budianto

Menurut dia, bencana air bah itu terjadi pada Minggu (26/3) sekitar pukul 15.00 Wib. Sebelumnya hujan deras selama sekitar dua jam mengguyur kawasan ini. Saat hujan mulai reda, debit air Sungai Klorak meningkat drastis.

"Saat itu air sungai makin lama makin naik sampai ketinggan satu meter dari permukaan tanah," kata Sarmin kepada detikcom di lokasi, Senin (27/3/2017).

Baca: Banjir 1 Meter Rendam Ribuan Rumah di Mojokerto, Warga Diungsikan

Gemuruh air bah mengalir dari kawasan hulu Sungai Klorak menuju ke arah utara membelah Desa Kalikatir. Menurut Sarmin, banjir bandang membawa material lumpur bercampur bebatuan dan pepohonan. Arus sangat deras menghancurkan apa saja yang dilalui di sepanjang bantaran sungai.

"Saya sekeluarga saat itu di rumah, panik sekali karena air sungai sudah naik tinggi, ditambah arusnya sangat deras. Saya langsung mengevakuasi barang berharga dari dalam rumah, keluarga saya evakuasi ke rumah orang tua," jelasnya.
Pasca Air Bah Terjang MojokertoPasca Air Bah Terjang Mojokerto Foto: Enggran Eko Budianto

Besarnya air bah, lanjut Sarmin, menghanyutkan kandang ayam dan itik di sebelah rumahnya. Bahkan, tanah miliknya di bantaran sungai tergerus selebar lima meter. Rumah yang dia huni bersama anak dan istrinya, tertutup lumpur setebal 40 cm. Kini sebagian rumahnya sudah menggantung di atas sungai.

"Tembok dapur rumah saya juga ambruk diterjang air bah," ujarnya.

Kengerian bencana air bah juga dirasakan Rukanah (42), warga Dusun Kalikatir. Rumah dan warungnya yang berada di sisi timur Sungai Klorak, terendam air dan lumpur setinggi satu meter. Banjir bandang mengakibatkan perabotan rumah dan barang berharga miliknya rusak. Mulai dari peralatan elektronik hingga ijazah dan seragam sekolah anaknya tak terselamatkan.

"Arus sungai tinggi sekali, mencapai setengah ketinggian rumah. Air beracampur lumpur dan pepohonan bambu. Bahkan, sumur saya juga hancur diterjang air bah," terangnya.

Selain itu, kata Rukanah, terjangan air bah nyaris membuat tembok rumahnya ambrol. "Kondisi rumah sudah tak bisa ditempati, tembok sudah menggantung di atas sungai, terpaksa mengungsi ke rumah tetangga," cetusnya.

Selain merusak rumah warga, air bah juga menghanyutkan ternak. Seperti yang dirasakan Kusmiasih (38). Peternakan ayam dan angsa miliknya yang berada di bantaran Sungai Klorak, porak-poranda diterjang ganasnya banjir bandang. Lumpur setebal 50 cm juga merendam rumahnya yang berada di depan peternakan.
Pasca Air Bah Terjang MojokertoPasca Air Bah Terjang Mojokerto Foto: Enggran Eko Budianto

"Kandang ternak ayam dan angsa ikut hanyut, sekitar 400 ekor ayam dan itik saya hilang," ungkapnya.

Sementara Kepala Desa Kalikatir Sumaji (46) memastikan tak ada korban jiwa dalam bencana air bah ini. Rumah warga yang ambruk sebanyak 8 unit. Sementara puluhan rumah warga lainnya terendam lumpur. Terjangan lumpur juga merendam sebuah musala di Dusun Kalikatir.

"Sepeda motor yang hanyut ada dua, jumlah ternak warga kami belum bisa menghitung," tuturnya.

Bencana air bah ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah Desa Kalikatir. Sumaji berharap ada kucuran dana dari Pemkab Mojokerto untuk membangun tanggul Sungai Klorak agar dampak air bah bisa diredam.

"Sungai Klorak berada di tengah desa, harus dibuat tanggul di kanan dan kiri, sudah kami awali dengan bronjong, namun hanyut semua," tandasnya.

Banjir bandang juga menyisakan lumpur di jalan-jalan Desa Kalikatir. Dibantu anggota TNI, warga melakukan pembersihan jalan dan rumah. Sementara debit air Sungai Klorak dalam kondisi normal. (fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini