Meski sempat diguyur hujan deras dan acara molor hingga lebih dari 2 jam, acara tetap berlangsung meriah. Penonton yang sejak siang sudah memadati tribun tetap bertahan dan makin ramai saat acara dimulai. Sebanyak 319 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, serta karyawan instansi pemerintah/swasta seluruh Kabupaten Banyuwangi beradu kreatifitas.
Para peserta berdandan dan mempersiapkan diri sejak pukul 08.00 wib. Lalu secara bergantian mereka berlenggak lenggok sesuai kategori yang dimulai pukul 13.00 wib.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan fashion ini bukan hanya sebagai rutinitas. Tapi merupakan bentuk konsisten mengkampanyekan aksi kepedulian terhadap lingkungan, khususnya dalam mengurangi sampah. Fashion dipilih sebagai bentuk kampanye, lantaran menurut Anas cara ini dianggap menyenangkam dan menarik orang untuk datang.
Anas menuturkan, dengan cara ini masyarakat bisa memahami cara memanfaatkan sampah yang bisa didaur ulang. Misalnya kertas atau plastik yang dianggap sebagai onggokan barang yang tidak bermanfaat bisa disulap menjadi produk baru yang memiliki nilai lebih dengan sentuhan kreatifitas.
"Ini bentuk kampanye penyadaran masyarakat untuk meningkatkan kepedulian lingkungan, terutama terhadap sampah melalui seni dan kreatifitas. Cara ini menyenangkan dan menarik orang untuk datang. Mereka bisa menyaksikan langsung kalau ternyata sampah yang dibuang masih bisa dipakai untuk sesuatu yang bermanfaat," kata Anas saat membuka Festival Green and Recycle Fashion Week di Gesibu Blambangan Banyuwangi, Sabtu (25/3/2017).
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Husnul Chotimah menambahkan, 'Festival Green and Recycle Fashion Week' ini 'Festival Green and Recycle Fashion Week'' 2017 ini mengusung tema Paper Mixed Plastic. Fashion yang ditampilkan harus memenuhi kriteria yang ditetapkan. Seperti, terdiri atas 40 persen kertas, 40 persen plastik, dan 20 persen bahan lain.
"Ada empat kriteria penilaian, yaitu keindahan motif, originalitas/ keaslian ide, kreativitas/ ketepatan dalam memadupadankan bahan, serta prosentase bahan baku," tutup Husnul. (bdh/bdh)











































