10 Tahun Tinggal di Kandang Ayam, Lansia ini Dibawa ke Panti Jompo

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 23 Mar 2017 10:49 WIB
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Berbagai upaya pemberantasan kemiskinan terus dilakukan Pemkab Banyuwangi. Selain berburu warga miskin dan terlantar, Banyuwangi juga menempatkan masyarakatnya yang kurang mampu ke tempat yang lebih layak.

Salah satunya penanganan warga lanjut usia (lansia), Makyah (76), yang tinggal di kandang ayam milik warga di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Kota Banyuwangi. Nenek sebatangkara Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) ini dibawa ke Panti UPT Lansia di Krikilan, Glenmore.

"Sesuai laporan masyarakat dan perangkat kelurahan, kita temukan PMKS yaitu Makyah. Kita langsung bawa Makyah ke Panti Lansia milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur di Glenmore," ujar Bambang Suharto, Humas Dinas Sosial Banyuwangi, kepada detikcom di lokasi, Kamis (22/3/2017).
Makyah Tinggal di Kandang Ayam dievakuasiMakyah Tinggal di Kandang Ayam dievakuasi Foto: Ardian Fanani

Menurut Bambang, penanganan PMKS menjadi prioritas Pemkab Banyuwangi. Di panti nanti, tambah Bambang, Makyah akan mendapatkan perawatan intensif selama 24 jam.

"Kita jamin semuanya. Dan semua pembiayaan akan diurus oleh Dinas Sosial Banyuwangi," ujarnya.

Selama 10 tahun, Makyah, hidup di kandang ayam. Bahkan untuk makan sehari-hari, dirinya mengandalkan bantuan dari tetangga. Makyah sejatinya adalah warga Glenmore, Banyuwangi. Namun lantaran merantau dan tak punya sanak saudara lagi, akhirnya Makyah ditampung warga sekitar dan menetap di lahan milik warga.

"Kita tampung di sini sejak dulu. Malah dulu tinggal di dekat kuburan. Akhirnya kita ajak ke lahan milik warga dan dibangunkan gubuk itu. Untungnya warga di sini membantu semua," ujar Karim, Ketua RT setempat.
Makyah Tinggal di Kandang Ayam dievakuasiMakyah Tinggal di Kandang Ayam dievakuasi Foto: Ardian Fanani

Gubuk atau rumah reot milik Makyah tak terlihat di antara perumahan warga. Hanya ada tembok setinggi 3 meter. Di dalamnya ada kandang ayam milik warga. Di situlah Makyah tinggal selama 10 tahun. Gubuk berdinding anyaman bambu berukuran 3x1,5 meter itu sudah berlubang dan bocor. Sementara penerangan hanya ada satu lampu 5 watt.

Keputusan Makyah tinggal di gubuk itu lantaran sudah tidak punya keluarga lagi, sejak 20 tahun silam. Sebelum memutuskan menetap tinggal di gubuk, dia beberapa kali berpindah-pindah tempat di sekitar Kelurahan Kertosari.

"Makyah bukan tipe orang yang meminta-minta. Dia masih terus tetap berusaha mencari nafkah sendiri dengan menjadi tukang pijat, buruh mencuci pakaian, menyetrika dan jenis pekerjaan lain sepanjang tenaganya dibutuhkan," pungkas Karim. (fat/fat)