Salah satu jalan yang mengalami kerusakan parah adalah ruas Gandusari-Kedunglurah di Kecamatan Gandusari dan Pogalan, lubang jalan tersebar secara sporadis di sepanjang sembilan kilometer.
Menurut salah seorang warga, Sulaiman, kerusakan jalan mulai terjadi sejak bulan November 2016 lalu. Namun hingga kini belum ada penanganan yang maksimal dari pemerintah kabupaten.
"Perbaikan hanya dilakukan dua kali dengan cara tambal sulam, yang pertama ditambal dengan aspal, sedangkan perbaikan kedua dilakukan dengan dipasangi batu," katanya kepada sejumlah wartawan.
Lanjut dia, banyaknya lubang jalan sering menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas, bahkan beberapa korban mengalami luka berat hingga meninggal dunia. Kejadian kecelakaan biasanya terjadi pada malam hari dan setelah terjadi hujan.
"Yang sering menjadi korban itu adalah pengendara dari luar wilayah sini, karena tidak hafal dengan kondisi jalan. Bahkan sekitar satu minggu yang lalu ada mobil yang masuk selokah gara-gara menghindari lubang," ujarnya.
Sulaiman berharap, pemerintah daerah segera melakukan melakukan perbaikan total, sehingga bisa meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas, serta mempermudah akses ekonomi masyarakat.
Sementara itu Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak membenarkan kerusakan tersebut. Menurutnya, rusaknya jalan justru diakibatkan oleh peralihan arus lalu lintas, pascarusaknya ruas jalan nasional.
"Sehingga banyak kendaraan yang menggunakan ruas jalan kabupaten. Terkait kondisi tersebut, kami sudah instruksikan ke dinas pekerjaan umum untuk proaktif dan melakukan langkah-langkah prefentif, jangan nunggu rusak berat," katanya.
Emil mengaku langkah penanganan dalam jangka pendek, pihaknya akan melakukan proses perbaikan sektoral dengan memanfaatkan anggaran perawatan rutin yang ada instansi terkait.
Selain ruas kabupaten, saat ini beberapa titik jalan nasional di Trenggalek juga mengalami kerusakan parah, diantaranya di ruas Ngetal, Kedungsigit dan perbatasan Trenggalek-Ponorogo. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melakukan proses perbaikan. (bdh/bdh)











































