"Tes urine ini atas permintaan dari KH Mutawakil (Ketua PWNU Jatim KH Mutawakil Allallah)," kata AKBP Suparti, Kepala BNK Kota Surabaya di kantor PWNU, Jalan Masjid Al Akbar, Rabu (22/3/2017).
Anggota Banser dan Banser Maritim (Baritim) silih berganti mengisi daftar nama, kemudian mengambil tempat untuk sampel urine. Kemudian diserahkan ke petugas BNN Kota Surabaya dan langsung dites, apakah urine tersebut mengandung zat narkoba atau tidak.
Meski ada anggota banser yang menanyakan hasil dari tes urine tersebut, Suparti enggan membeberkannya. "Nanti pak kiai (KH Mutawakil Allallah) yang mengumumkan," tuturnya.
Suparti menambahkan, BNN Kota Surabaya diundang PWNU untuk tes urine bagi anggota Ansor ini, karena menilai NU memiliki semangat memberantas peredaran narkoba di mana saja.
"Pak Kiai memang memiliki semangat untuk memberantas peredaran narkoba," jelasnya.
Sementara KH Mutawakil Allallah saat memberikan sambutan di acara Rakorwil Ansor Jatim menegaskan, NU melawan peredaran narkoba. Karena narkoba tidak mengenal siapapun.
"Bahkan sekarang ini diindikasikan peredaran narkoba sudah masuk ke pondok pesantren. Ini harus kita lawan bersama," jelasnya. (roi/fat)










































