Polda Jatim Minta Masyarakat Tidak Terpancing Isu Penculikan Anak

Polda Jatim Minta Masyarakat Tidak Terpancing Isu Penculikan Anak

Rois Jajeli - detikNews
Rabu, 22 Mar 2017 13:13 WIB
Polda Jatim Minta Masyarakat Tidak Terpancing Isu Penculikan Anak
Foto: A Rachman/File
Surabaya - Isu penculikan anak kecil akhir-akhir ini marak terjadi. Bahkan, banyak kejadian masyarakat menghakimi orang yang dianggap mau melakukan penculikan. Padahal, orang yang dianggap penculik anak ternyata orang gila.

"Isu penculikan anak kecil memang banyak terjadi seperti di Madura. Padahal itu tidak benar," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera, Rabu (22/3/2017).

Isu penculikan anak kecil dengan modus pura-pura gila menjadi viral dan meresahkan masyarakat. Dampak dari isu tersebut, orang gila yang berkeliaran di Sumenep, Madura, menjadi sasaran kemarahan warga.

Warga pun beramai-ramai menangkap orang yang tidak memiliki identitas dan gila, lalu diserahkan ke kepolisian dan diamankan ke Polres Sumenep. Dari hasil pemeriksaan, orang yang ditangkap warga adalah memang gila. Polisi menyerahkannya ke dinas sosial setempat.

"Jadi di Madura itu tidak benar. Yang ditangkap warga memang orang gila. Juga ada tukang listrik yang juga sampai digebuki masyarakat. Padahal isu penculikan anak itu tidak benar," ujarnya.

Barung meminta masyarakat untuk tidak terpancing isu yang disebarkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab, dan ingin membuat keresahan di tengah masyarakat. Hingga masyarakat bertindak sendiri dan memukuli orang-orang yang dianggap penculik.

"Jika masyarakat sudah terpancing emosinya, masyarakat menghakimi sendiri, memukuli ramai-ramai, itu tujuan yang diinginkan pelaku yang menyebarkan isu. Kita akan mencari pelaku yang menyebarkan isu dan membuat keresahan masyarakat,' tuturnya.

Baca Juga: Orang Gila di Madura Jadi 'Korban' Viral Isu Penculikan Anak

Mantan Kabid Humas Polda Sulsel ini mengimbau kepada masyarakat, agar tidak terpancing isu yang menyesatkan dan meresahkan masyarakat.

"Masyarakat jangan percaya, jangan terpancing isu-isu yang menyesatkan. Cek kebenaran informasinya. Jangan terlalu proteksi," ujarnya.

Ia berharap, aparat kepolisian hingga aparatur desa maupun tokoh masyarakat dan tokoh agam juga waspada terhadap isu-isu yang meresahkan masyarakat.

"Saya berharap, tokoh agama, tokoh masyarakat, Babinkamtibmas semuanya tetap waspada terhadap isu yang menyesatkan dan meresahkan masyarakat. Masyarakat juga diharap tenang dan tidak emosi, main hakim sendiri," harapnya. (roi/fat)
Berita Terkait