DetikNews
Rabu 22 Maret 2017, 11:36 WIB

Arjun, Bocah Usia 5 Tahun Penderita Hydrocephalus Butuh Bantuan

Eko Sudjarwo - detikNews
Arjun, Bocah Usia 5 Tahun Penderita Hydrocephalus Butuh Bantuan Arjun saat dibawa ke ruang poli anak/Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Arjun Fabian Hidayatullah, hanya terbaring lemah. Anak pasangan Yono dan Siti Rokhimah yang masih berusia 5 tahun asal Dusun Karang Aji, Desa Sekidang, Kecamatan Sambeng, mengalami hydrocephalus sejak lahir. Kepalanya kian hari makin membesar.

Ibu Arjun, Siti mengaku sejak lahir anaknya sudah ada gejala pembesaran kepala. Itu dilihat setelah usia 2 tahun, kepala Arjun kian membesar. Orangtua membawanya ke rumah sakit dan menjalani operasi di RS Muhammadiyah. Hanya saja, langkah membawa Arjun saat itu dirasa sudah telat karena kepala Arjun kian membesar. Dan orangtuanya kehabisa biaya.

"Kini penyakit anak saya kian membesar," kata Siti kepada wartawan di RSUD dr Soegiri Lamongan, Rabu (22/3/2017).

Siti mengaku, sebenarnya sebagai orang tua dirinya tak tega melihat penyakit yang diderita Arjun dan ingin melanjutkan pengobatan untuk buah hatinya. Namun, Siti dan suaminya hanya berprofesi sebagai petani ini mengaku tak memiliki biaya. Untuk operasi saat usia 2 tahun, Siti mengaku menjual rumah.

"Cuma bisa merawat, mencukupi kesehariannya, gitu saja. Soalnya kesehatane juga pastinya cuma gini, tidak bisa sembuh, katanya gitu," kata Siti dengan mata berkaca-kaca.

Selama ini, Siti mengaku aktivitas Arjun sepanjang hari hanya sebatas di atas kasur, karena sudah tidak bisa lagi digendong. "Ya dikasih makan, mimik susu, mandi ya di kamar. Aktivitasnya hanya di kamar. Kalau nyobak pengen gendong itu tidak bisa, sakit mungkin ya kepalanya, soalnya sudah besar," ungkap Siti.

Meski begitu, Arjun tetap bisa mengumbar senyum dan tawa meski sakit. Sementara Nurul, bidan desa yang selama ini merawat Arjun menceritakan jika usia kehamilan 8 bulan dirinya menemukan tanda kelainan di dalam kandungan Siti. Dan saat diperiksa dengan melakukan USG (Ultrasonografi), ditemukan kelainan pembesaran pada kepala bayi.

"Saat lahir, Arjun dilahirkan melalui bedah caesar," kenang Nurul.

Sementara Pemkab Lamongan melalui RSUD dr Soegiri segera merujuk Arjun ke RSU dr Soetomo, Surabaya. Spesialis anak RSUD dr Soegiri, dr Aty Firsiyanti SpA menjelaskan pihaknya merujuk Arjun ke Surabaya agar mendapat penanganan yang lebih baik.

"Di sana akan dilakukan pemeriksaan lebih jauh lagi, CT scan dulu. Pemeriksaannya banyak tidak bisa langsung sekali melihat, harus CT scan, apa bisa dilakukan tindakan lagi apa ndak," terang Aty.

Menurut dr Aty, untuk biaya operasi, Arjun mendapat jaminan pembiayaan pengobatan melalui program BPJS Kesehatan. Meski baru mengurus BPJS Kesehatan, kartu BPJS bisa langsung aktif.

"Pemda Lamongan punya kebijakan untuk BPJS kelas 3 itu disertai surat keterangan tidak mampu dari Dinas Sosial, biasanya bisa berlaku saat itu juga. Tapi di rumah sakit rujukan, RSU dr Soetomo. Bisa langsung ditangani, gratis dengan BPJS," tuturnya.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed