DetikNews
Selasa 21 Maret 2017, 19:19 WIB

Ini Alasan Beatrix Kabur ke Palangkaraya

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Ini Alasan Beatrix Kabur ke Palangkaraya Beatrix diserahkan ke orang tuanya (Foto: Imam Wahyudiyanta)
Surabaya - Kurang akur dengan orang tua dan tak betah di rumah menjadi alasan Beatrix Yuliana Astika nekat meninggalkan rumah. Dia menerima tiket yang dibelikan kekasihnya, Joko Pramanto, dan pergi terbang menuju ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

"Saya pergi atas kemauan saya sendiri. Saya merasa nggak betah di rumah dan saya ingin bebas dari rumah. Ada sih masalah keluarga," ujar Beatrix kepada wartawan di Polrestabes Surabaya, Selasa (21/3/2017).

Secara tersirat, Adrianus Tjong, ayah Beatrix mengaku bahwa ia cukup keras mendidik anaknya. Tetapi itu dilakukannya untuk mendidik sekaligus melindungi Beatrix yang merupakan anak perempuan.

"Marah kepada anak itu wajar, dalam rangka mendidik. Saat saya tanyakan tugas sekolah dan dia tak menjawab, saya marah. Saya juga melihat dengan siapa dia berteman. Kalau temannya ngak jelas, saya panggil dia. Tetapi dia malah marah-marah," kata Adrianus.

Ini Alasan Beatrix Kabur ke PalangkarayaJoko saat diperlihatkan ke media (Foto: Imam Wahyudiyanta)
"Ke mana dan dengan siapa dia pergi, harus pamitan dulu. Itu yang saya tanamkan. Tapi dia nggak mendengar itu, malah dia selalu marah ke saya. Saya memahami itu karena dia anak perempuan. Saya harus melindunginya super ketat. Saya nggak tahu apakah karena terlalu ketat anak saya jadi begini. Saya juga bingung dengan cara apa saya mendidik anak. Keras nggak bisa, lembut jadinya begini," keluh Adrianus.

Kepada wartawan, Joko mengakui bahwa dialah yang membelikan tiket Beatrix ke Palangkaraya. Mereka memang sudah berpacaran sejak November tahun lalu. Joko memang adalah pacar Detta, teman Betarix. Saat hubungan itu renggang, Beatrix disuruh Detta menjadi perantara untuk bertemu Joko.

"Saat itu bulan September, di Monumen Kapal Selam," kata Joko.

Pria yang bekerja di hotel itu kemudian meminta nomor telepon Beatrix. Dari situ mereka kemudian berkomunikasi melalui aplikasi percakapan. Pada November 2016, Joko datang ke Surabaya. Saat itulah mereka jadian.

Joko juga membenarkan bahwa pada Januari 2017 lalu, dia telah membelikan tiket Beatrix menuju ke Palangkaraya. Tetapi sebelum Beatrix berangkat, dia telah ditemukan orang tuanya. Namun Adrianus tak tahu mengenai hal itu.

Beatrix diserahkan ke orang tuanyaBeatrix diserahkan ke orang tuanya (Foto: Imam Wahyudiyanta)
Di Palangkaraya, Beatrix oleh Joko ditempatkan di rumah tantenya. Beatrix juga dicarikan pekerjaan sebagai baby sitter. Sesekali Beatrix menginap di kos Joko. Selama menginap itulah, pasangan muda mudi itu telah melakukan hubungan suami istri.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga mengatakan bahwa apa yang dilakukan Joko terhadap Beatrix telah masuk dalam ranah pidana. Joko telah melakukan perbuatan cabul kepada Beatrix yang masih di bawah umur.

Atas perbuatannya, Joko dijerat dengan pasal 332 ayat 1 KUHP tentang membawa lari anak di bawah umur dan pasal 81 UU RI No.35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Kedua pasal itu ancaman hukumannya 7 tahun penjara," tandas Shinto.
(iwd/gik)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed