"Sudah ditemukan di Pantai Nanggelan. Kalau dari lokasi kejadian, sekitar 50 Km," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Jember, Heru Widagdo, Selasa (21/3/2017).
Heru menjelaskan, tubuh Eggar pertama kali ditemukan nelayan yang sedang melaut. Karena kondisi ombak yang besar, nelayan tersebut tidak berhasil mendekati jasad yang yang sedang mengambang tersebut.
Siswa SMP masuk gorong-gorong saat banjir Foto: Yakub Mulyono |
"Lalu nelayan memberikan kabar ke petugas. Tim SAR dan Polairud langsung mendatangi lokasi seperti yang diinformasikan. Jenazah korban akhirnya berhasil dievakuasi," tambah Heru.
Saat ini, jenazah pelajar warga Perumahan Bedadung, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari itu berada di kamar mayat RSD dr Subandi Jember.
"Kondisi jenazah masih utuh. Bahkan dari ciri-ciri fisik keluarga sudah mengakui kalau itu memang korban. Bahkan rencana akan dimakamkan siang ini," pungkas Heru.
Salah seorang kerabat korban, Muhammad Hatta mengakui jenazah tersebut memang saudaranya. Hal ini diketahui dari ciri-ciri fisik korban.
"Dari ciri-ciri celana dalam yang dipakai, juga dari gigi. Awalnya sih mau tes DNA, tapi tidak jadi, karena keluarga sudah memastikan bahwa itu memang Eggar," kata Hatta.
Baca juga: Terperosok Gorong-gorong, Siswa SMP Jember Hanyut Terbawa Arus
Eggar terjatuh ke saluran air dan masuk gorong-gorong di Jl. Letjend Suprapto, saat pulang sekolah, Sabtu (18/3). Saat kejadian, kondisi jalan banjir akibat hujan deras.
(fat/fat)












































Siswa SMP masuk gorong-gorong saat banjir Foto: Yakub Mulyono