DetikNews
Senin 20 Maret 2017, 23:29 WIB

Sikapi Angkutan Online, Sopir Angkot Surabaya Bertemu Gubernur

Rois Jajeli - detikNews
Sikapi Angkutan Online, Sopir Angkot Surabaya Bertemu Gubernur Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal memberikan paparan
Surabaya - Kontroversi transportasi online dengan konvesional juga terjadi di Kota Surabaya. Namun, penyelesaiannya dilakukan secara damai tanpa harus terjadi kekerasan.

Diinisiasi oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal, ratusan sopir angkutan kota (angkot) di Kota Pahlawan bertemu dan dialog dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (20/3/2017) malam.



Hadir dalam pertemuan itu Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Jatim Wahid Wahyudi, Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyu Drajat, Penasehat Komunitas Angkutan Kota Surabaya Edy Hasibuan serta Kombes Pol Muhammad Iqbal.

Dalam pertemuan itu, para sopir yang datang membawa serta kendaraan angkotnya itu mengadukan nasibnya yang semakin terkikis oleh angkutan berbasis online.



Mereka pun menyampaikan bahwa sebenarnya ingin aksi besar-besaran di Kota Surabaya, tapi karena ada permintaan dari Kapolrestabes Surabaya, akhirnya berbagai kelompok dan komunitas angkot di Surabaya ini mengurungkan niat mogok operasi.

Pakde Karwo, sapaan khas Soekarwo, sangat mengapresiasi rule model dan pendekatan yang dilakukan oleh Kapolrestabes Kombes Pol M Iqbal dalam menyelesaikan persoalan kontroversi angkutan transportasi konvensional dengan yang berbasis online atau apikasi.



"Demontrasi halus seperti ini saya kira merupakan satu rule model yang bagus yang perlu kita lakukan," kata Pakde Karwo usai bertemu dengan ratusan sopir angkot.

Rule model semacam ini juga sudah diapresiasi oleh Kapolda Jatim. Bahkan, ia berharap supaya rule model itu dimatangkan supaya bisa ditiru oleh daerah-daerah lainnya di seluruh Indonesia.

"Asas musyawarah mufakat seperti ini sudah lama dilakukan, sejak zaman Mojopahit," kata dia.



Pakde Karwo juga berjanji akan menerbitkan peraturan gubernur (Pergub) Jawa Timur untuk melindungi keberadaan angkot konvensional. Namun, pergub itu baru bisa dilakukan sejak setelah ada revisi Peraturan Menteri Perhubungan N0 32/2016.

Namun isi pergub itu nantinya akan mengatur keberadaan angkutan trasportasi online. Misalnya kendaraannya harus melalui uji kir dan penyedia aplikasi mengantongi izin dari pemerintah.

Foto: Rois Jajeli


Kombes Pol M Iqbal kepada wartawan mengaku cukup bangga dengan sikap sopir angkot di Surabaya yang lebih mengedepankan kekeluargaan dalam menyikapi persoalan angkutan berbasis online.

"Malam ini bukti bahwa sopir angkot di Surabaya cinta damai, duduk bersama dari hati-hati untuk mencari solusi. Tidak merugikan orang lain atau bahkan berbuat kekerasan. Terima kasih teman-teman sopir angkot yang ikut menjaga Surabaya tetap aman dan kondusif," kata M Iqbal.
(roi/ugik)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed