DetikNews
Senin 20 Maret 2017, 19:44 WIB

Polisi Bongkar Praktik Pembuatan Parfum Palsu

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Polisi Bongkar Praktik Pembuatan Parfum Palsu Foto: Imam Wahyudiyanta
Surabaya - Polisi membongkar praktik pembuatan parfum palsu. Kasus ini terkuak saat polisi menemukan seorang pengendara motor yang membawa banyak parfum saat ada operasi.

Pengendara motor itu adalah Muryatmo. Pria 43 tahun itu terjaring penyekatan jalur yang dilakukan polisi di Jalan Ir Soekarno. Saat itu Muryatmo membawa sebuah tas dan kantong plastik berukuran besar. Saat diperiksa, polisi menemukan 77 botol parfum merek Axe di dalamnya. Polisi menaruh curiga karena parfum sebanyak itu tidak dikemas ke dalam kardus.

Setelah dibawa ke kantor polisi dan diinterogasi, Muryatmo akhirnya mengaku bahwa parfum itu bukan parfum baru, melainkan parfum isi ulang dengan kemasan parfum merek Axe. Muryatmo kemudian menyebut nama Sjamsu Rizal sebagai orang yang memproduksi parfum asli tapi palsu itu.

"Tersangka Mauryatmo membeli dari tersangka Rizal Rp 10 ribu per botol," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga kepada wartawan, Senin (20/3/2017).

Oleh warga Medokan Timur itu, parfum itu diberi label harga Rp 35 ribu per botol, dan dijual dengan harga Rp 20 ribu per botol. Padahal harga asli parfum itu adalah Rp 37-38 ribu per botol.

Polisi kemudian menuju ke rumah Rizal di Jalan Pogot Lama I, Tanah Kali Kedinding, Kenjeran. Rizal memproduksi sendiri parfum palsunya di rumahnya. Dari rumah Rizal, polisi menemukan 107 botol parfum Axe palsu. Bahan pembuatnya juga ditemukan yakni 12 botol bibit parfum, sejumlah botol isi alkohol (ethanol), 13 korek api gas, alat suntik, bandrol, dan plastik pembungkus botol.

"Bahan-bahan itu dimasukkan dengan cara disuntik ke dalam botol bekas Axe sesuai dengan takaran yang dihapal pelaku," kata Shinto.

Untuk satu botol parfum, kata Shinto, Rizal hanya membutuhkan biaya produksi Rp 8 ribu. Hasil produksinya dijual Rp 10 ribu. Dalam 10 hari, Rizal mampu memproduksi sebanyak 100 botol parfum palsu yang langsung ditampung oleh Muaryatmo.

"Tersangka Rizal ini dulunya penggosok batu akik. Setelah tren batu akik memudar, tersangka beralih ke parfum palsu. Tersangka sudah melakukan perbuatannya selama dua bulan. Dia belajar secara otodidak dengan melihat temannya yang membuka toko parfum isi ulang," tandas Shinto.
(iwd/bdh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed