DetikNews
Senin 20 Maret 2017, 17:53 WIB

Bupati Anas Minta Komunitas Intelijen Daerah Antisipasi Narkoba

Ardian Fanani - detikNews
Bupati Anas Minta Komunitas Intelijen Daerah Antisipasi Narkoba Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Penyalahgunaan Narkoba di Banyuwangi sudah sangat memprihatinkan. Tak hanya kalangan pecinta hiburan, narkoba telah masuk ke kalangan anak muda dan pelajar SMP.

Pemberantasan narkoba perlu adanya campur tangan berbagai pihak dan tak hanya dilakukan oleh pihak kepolisian saja. Untuk itu, Pemkab Banyuwangi meminta seluruh elemen di Banyuwangi memerangi narkoba.

"Narkoba sudah menjadi masalah penting di negara kita ini. Saya minta, peredaran narkoba harus menjadi prioritas pengawasan," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat membuka Pembekalan anggota Komunitas Intelijen Daerah (Kominda), di Banyuwangi, Senin (20/3/2017).

Kominda merupakan komunitas yang beranggotakan unsur intelijen dari Badan Intelijen Negara (BIN), TNI, Polri, kejaksaan, bea cukai, imigrasi, kementerian agama, PNS daerah, camat hingga aparat desa.

Bupati Anas meminta anggota Kominda Kabupaten Banyuwangi tidak hanya melakukan pengawasan bidang politik dan keamanan saja. Kominda saat ini harus meningkatkan pengawasan terhadap peredaran narkoba di Banyuwangi.

Bagi Banyuwangi sendiri, peran Kominda menjadi kepanjangan tangan yang paling utama dalam pencegahan bahaya narkoba. Karena, urai Anas, untuk masuknya narkoba di Banyuwangi pintunya sangat banyak dari sisi geografisnya. Banyuwangi memiliki panjang pantai terluas di Jawa Timur, sementara pantai saat ini menjadi sarana utama pintu masuk narkoba di Indonesia.

"Ada pelabuhan-pelabuhan kecil bisa menjadi tempat transaksi narkoba. Bahkan, dari cerita polisi perairan beberapa waktu lalu ada temuan bahwa salah satu kapal nelayan membawa narkoba," kata Anas.

"Harapan kami fokus Kominda tak lagi hanya pada sisi keamanan dan ketertiban saja, tapi menyelamatkan daerah ini dari bahaya narkoba. Karena narkoba ini pun telah merambah ke anak-anak sekolah setingkat SMP," jelas Anas.

Untuk itu, imbuh dia, koordinasi antar aparat, pemerintah, kepala desa dan tokoh-tokoh agama perlu ditingkatkan
dalam mengawasi peredaran narkoba.

"Tidak ada gunanya ekonomi tumbuh, kalau narkoba ini marak di sini," ujarnya.

Anas juga meminta Kominda ikut mendukung optimalisasi pajak. Selama ini, kata Anas, sejumlah warung yang ramai pengunjung, ditengarai tidak membayar sesuai dengan penjualannya. Kalau ini dibiarkan, ekonomi akan terganggu dan tidak aman.

"Untuk optimalisasi pajak ini, akan segera dibentuk tim intensiifikasi pajak dari berbagai untur untuk melakukan pengawasan. Sebagai tahap awal, akan dibentuk di 5 tim kecamatan yang potensi pajaknya besar," kata Bupati Anas.

Selain itu, Kominda juga diminta ikut mengawasi konsumsi makanan dan jajanan anak-anak sekolah yang membayakan. Mereka bisa aktif berkoordinasi dengan petugas puskesmas bila mengetahui, melihat, ataupun mendengar makanan yang tidak layak dikonsumsi siswa.

"Untuk pengawasan jajanan ini pemerintah telah membentuk inspekstur cilik yang ditempatkan di setiap kelas. Tugasnya, mengawasi setiap makanan yang dikonsumsi temannya. Nah, temuan dari inspektur cilik ini, Kominda bisa menindaklanjutinya," katanya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed