DetikNews
Senin 20 Maret 2017, 15:18 WIB

Gus Ipul Minta Satpol PP Tegakkan Perda dengan pendekatan Humanis

Rois Jajeli - detikNews
Gus Ipul Minta Satpol PP Tegakkan Perda dengan pendekatan Humanis Foto: Istimewa
Pasuruan - Satpol PP dikenal sebagai penegak peraturan daerah (Perda). Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf meminta Satpol PP menegakkan perda dengan pendekatan humanis, dan ikut serta mengedukasi masyarakat agar sadar terhadap keberadaan perda.

"Tugas Satpol PP itu bukan hanya mengusir, membersihkan tempat kita dari pedagang kaki lima (PKL), membersihkan pengemis yang tidak pada tempatnya. Tapi, Satpol PP juga bisa mengedukasi masyarakat agar sadar perda. Sehingga masyarakat semakin tertib, dan mengerti perda," kata Saifullah Yusuf saat menghadiri Upacara Peringatan HUT ke 67 Satpol PP dan HUT ke 55 Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) di Stadion R Sudarsono, Bangil, Kabupaten Pasuruan, Senin (20/3/2017).

Wagub yang biasa disapa Gus Ipul mengatakan, kehadiran satpol pp dinilai cukup penting bagi pemerintah daerah, untuk menegakkan perda. "Tapi juga perlu dilakukan dengan cara humanis atau melakukan pendekatan kemanusian," ujarnya.

Berdasarkan data dari Satpol PP Provinsi Jawa Timur, jumlah personel satpol pp sebanyak 5.368 orang terdiri ddari 158 personel satpol PP Provinsi Jatim dan 5.210 satpol pp yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Jatim. Sedangkan jumlah perda yang memiliki sanksi pidana seabnayak 41 perda. Sementara jumlah petugas Linmas di seluruh daerah di Jatim sebanyak 309.672 personel.

Tidak semua petugas Satpol PP mendapatkan pendidikan dan pelatihan (diklat). Padahal kata Gus Ipul, diklat perlu untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) personel tersebut.

Selain itu, diklat bagi Satpol PP juga senada dengan Keputusan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yang mengembangkan pusdiklat (pusat pendidikan dan latihan) Satpol PP di Rokan Hilir, Riau. Kehadiran pusdiklat Satpol PP yang dimulai sejak 2017 ini, tujuannya untuk meningkatkan kualitas anggota satpol PP yang terukur dan terarah.

"Pusat pendidikan dan pelatihan bagi Satpol PP ini perlu didukung. Kita harapkan, kepala daerah juga ikut mendukungnya, dengan menyediakan anggaran dan kesiapan aparaturnya untuk dididik dan dilatih," jelasnya.

Disinggung mengenai, Satpol PP yang akan dibekali dengan kemampuan Intelijen, Wagub mengatakan, Satpol PP juga bisa membantu mendeteksi gejala permasalahan yang akan timbul di tengah masyarakat. Apalagi Satpol PP juga salah satu komponen yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.

"Fungsi intelijen di sini (Satpol PP) untuk kesejahteraan dan keamanan. Kalau mereka mengetahui ada masyarakat miskin di sekitarnya, bisa disampaikan ke pemerintah provinsi atau kabupaten dan kota, agar segera tertangani dengan cepat dan tepat. Kalau mengetahui potensi yang bisa menganggu keamanan, bisa segera melaporkan ke polisi," jelasnya.
(roi/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed