DetikNews
Senin 20 Maret 2017, 14:46 WIB

Kabupaten Pasuruan akan Perluas Lahan Kopi

Muhajir Arifin - detikNews
Kabupaten Pasuruan akan Perluas Lahan Kopi Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Upaya meningkatkan produktifitas kopi terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Tahun ini, lahan perkebunan kopi akan diperluas.

"Saat ini Kabupaten Pasuruan punya 4.458 hektare lahan perkebunan kopi. Belum termasuk kebun-kebun kopi di wilayah Perhutani seluas 2.000 hektare," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan, M Ichwan, di kantornya Jalan Raci, Bangil, Senin (20/3/2017).

Ribuan lahan kopi tersebar di Purwodadi,Tutur, Puspo, Tosari, Lumbang, Pasrepan, Purwosari dan Prigen. Produksi kopi pertahun mencapai 1.283 ton, sebagian besar robusta, meski ada juga arabika.

"Tahun ini kami targetkan penambahan luasan lahan kopi 300 hektare. Pemerintah pusat juga memberikan support berupa pemberian bibit terbaik," jelasnya.

Selain upaya meningkatkan produktifitas kopi, Dinas Pertanian juga melakukan pelatihan-pelatihan pada kelompok-kelompok tani agar kualitas kopi yang dihasilkan terjaga.

"Kalau kualitas kopi itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Mulai dari pemilihan varietas benih, perawatan, panen sampai proses memasak kopi tidak boleh asal-asalan. Soal penjemuran misalnya, kopi yang dipanen dari Prigen harus dijemur di Prigen, biar suhunya terjaga," katanya.

Menurut Ichwan, para petani kopi di Kabupaten Pasuruan sudah memiliki modal pengetahuan tentang kopi. Hanya saja, terkait bagaimana menjadikan kopi sebagai produk yang berkualitas dan menjadi brand daerah, para petani masih memerlukan pendampingan.

"Kami terus mendampingi petani dengan mendatangkan para ahli dan akademisi agar pengetahuan petani tentang kopi semakin luas. Tahun ini kami juga siapkan anggaran sebesar Rp 620 juta untuk pembelian alat, mulai dari alat penjemur kopi, mesin pecah kulit sampai penggorengan kopi," tandas Ichwan.

Terkait panen kopi, dalam banyak kesempatan Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf selalu mengajak para petani memanen merah kopi atau panen kopi saat benar-benar matang. Selain harga jual lebih mahal, cita rasanya juga menjadi lebih nikmat.

"Saya tak bosan-bosan mengajak para petani panen merah kopi, karena selain harganya mahal kualitasnya juga lebih bagus. Saya juga ikut langsung saat panen merah kopi di Tutur, Prigen dan tahun depan di lokasi penghasil kopi lainnya," katanya.

Selain dijual ke berbagai daerah, petani kopi Pasuruan sudah memproduksi kopi bubuk Kapiten (Kopi Asli Kabupaten) Pasuruan dalam berbagai merek seperti Joss Kopi, Kopi Suwuk, Kopi Lanang, Kopi dan berbagai merk lain. Setiap kecamatan penghasil kopi memiliki varian merk Kopi Kapiten masing-masing.
(bdh/bdh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed