DetikNews
Senin 20 Mar 2017, 14:00 WIB

Aksi Mahasiswa di Situbondo Desak Pengusutan Surat Miskin

Ghazali Dasuqi - detikNews
Aksi Mahasiswa di Situbondo Desak Pengusutan Surat Miskin Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Aksi mahasiswa Situbondo menuntut pengusutan dugaan penyimpangan dana layanan kesehatan melalui Surat Pernyataan Miskin (SPM) diwarnai ketegangan.

Puluhan massa mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Situbondo sempat menghadang truk yang akan melintas. Aksi main hadang itu terjadi saat massaberunjuk rasa di jalan raya depan kantor DPRD, di Jalan Kenanga Situbondo.

Beruntung, aksi penghadangan truk ini tak berlangsung lama. Polisi yang mengamankan jalannya aksi berhasil membujuk ahasiswa untuk membuka separuh ruas jalan raya dan membiarkan truk itu melintas.

"Katanya mau membela rakyat, jadi tolong jangan ganggu kepentingan para sopir ini. Buka separoh jalan agar para pengendara tetap bisa lewat," pinta Kabag Ops Polres Situbondo, Kompol Hariyono.
Demo mahasiswa di SitubondoDemo mahasiswa di Situbondo Foto: Ghazali Dasuqi

Tak hanya itu. Sejumlah perwakilan mahasiswa juga sempat mensweeping di dalam kantor DPRD Situbondo. Mereka mencari pimpinan dan anggota Komisi IV yang dicurigai sengaja bersembunyi dan enggan menemui para pendemo. Mereka bermaksud menyampaikan tuntutannya, terkait tindak lanjut temuan data fiktif dan data ganda pengguna layanan SPM di Situbondo.

Para mahasiswa bahkan sempat menolak ditemui langsung Ketua DPRD Situbondo, Bashori Shanhaji. Dikawal aparat kepolisian dan didampingi ketua DPRD, para mahasiswa terus menggeledah ruang komisi dan ruang fraksi. Meski begitu, para mahasiswa tetap saja gagal menemui anggota Komisi IV.

"Tidak bertemu anggota komisi IV karena memang tidak ada surat sebelumnya. Di kantor kebetulan tidak ada agenda. Sebagai politisi anggota tidak selalu ke kantor. Karena dimana pun mereka bisa melakukan kegiatan, termasuk menyerap aspirasi masyarakat," kata Bashori Shanhaji.

Pengamatan detikcom menyebutkan, massa PMII Situbondo mengawali aksinya dengan longmarch menuju kantor DPRD Situbondo. Mereka menuntut agar 14 rekomendasi Panja SPM ditindaklanjuti. Salah satunya, meminta DPRD untuk mendapatkan lampiran data fiktif dan data ganda pengguna SPM dari BPK RI. Massa PMII menuding DPRD 'masuk angin', lantaran hingga kini rekomendasi Panja SPM tidak dilaksanakan.

"Dari sampel saja ada 88 pengguna layanan SPM yang fiktif. Bayangkan saja jika per orang menggunakan dana SPM Rp 5 juta. Indikasi merugikan negaranya sudah cukup jelas. Kenapa tidak ditindaklanjuti, ada apa dengan DPRD ini," teriak M Hasan, Ketua PMII Cabang Situbondo, dalam orasinya.

Selain berorasi, selama aksinya massa PMII juga member yang q bentangkan poster bernada tuntutan penuntasan masalah SPM. Di antaranya bertuliskan 'Kerjaan DPRD dan Panja Kayak Anak TK; Kami Butuh Bukti Bukan Alibi Rakyat Mati Suri; DPRD Bisanya Hanya Jambu', dan sebagainya. Bahkan, beberapa mahasiswa nekat mengikat spanduk bertuliskan 'Segera Usut Tuntas Kasus SPM dan Penjarakan Pelakunya' di atas tiang reklame di depan kantor DPRD Situbondo.

Setelah aksi sweeping tidak membuahkan hasil, para mahasiswa kembali berkumpul di depan pintu gerbang kantor DPRD. Mereka kembali ditemui Ketua DPRD Situbondo Bashori Shanhaji. Di depan ketua dewan, para mahasiswa membacakan tiga tuntutannya. Di antaranya, menuntut Ketua DPRD mendapatkan lampiran data fiktif dan data ganda pengguna SPM dalam satu minggu.

Selain itu, massa PMII juga menuntut komisi IV mendesak Ketua DPRD untuk segera meminta data fiktif dan data ganda, serta tangkap dan penjarakan oknum yang terlibat dalam kasus SPM. Sayang, saat para mahasiswa meminta ketua DPRD membubuhkan tanda tangan di atas tuntutan tersebut, Bashori langsung menolak.

"Kalian ini mau menjebak saya. Tadi mau saya temui tidak mau, dan meminta bertemu Komisi IV. Sekarang malah menyodori saya surat ini dan diminta tanda tangan. Saya sudah katakan, kalau memang ingin bertemu anggota, silahkan berkirim surat," tandas politisi PKB Situbondo itu.

Mendapat jawaban demikian, massa PMII pun langsung berdecak kecewa. Meski tidak memaksa, namun para mahasiswa berjanji akan segera turun ke jalan lagi untuk mendesak pengusutan masalah layanan SPM.

"Satu atau dua minggu ke depan kami akan kembali turun ke jalan. Kami sudah bertekad untuk terus mengawal pengusutan masalah SPM ini sampai tuntas," teriak seorang mahasiswa.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed