DetikNews
Senin 20 Mar 2017, 10:44 WIB

Festival Durian di Pasuruan Habiskan 48 Pikap Durian Kakap

Muhajir Arifin - detikNews
Festival Durian di Pasuruan Habiskan 48 Pikap Durian Kakap Foto: Muhajir Arifin
Sidoarjo - Sebanyak 48 pikap durian ludes terjual selama gelaran Festival Durian Kakap (Khas Kabupaten Pasuruan). Omset para petani pun ditaksir mencapai miliaran rupiah.

"Hari kedua dan ketiga paling ramai. Petani durian dari berbagai daerah penghasil durian sampai kewalahan mengumpulkan durian dari kebun-kebun," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan, M Ichwan, di kantornya Jalan Raya Raci, Bangil, Pasuruan, Senin (20/3/2017).

Ichwan merinci isi setiap pikap antara 400 hingga 500 durian, sehingga diperkirakan sekitar 20 ribu durian terjual.

"Semua khas Kabupaten Pasuruan yang dijual seperti montong, kasmin, karim, laron, si blenok dan si tempur. Yang paling laris kasmin dan karim, kemudian montong dan lainnya," jelasnya.

Ichwan mengakui durian yang dijual dalam festival yang digelar di halaman Wisata Reliji Masjid Cheng Hoo, cenderung menurun dari tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan produktivitas durian menurun karena cuaca buruk.

"Produktivitas durian tahun ini menurun sekitar 30 persen. Penyebabnya cuaca buruk, banyak bunga durian yang rontok kena angin," jelasnya.

Kondisi itu pula yang membuat harga durian di festival relatif lebih tinggi dari tahun lalu. Durian yang dijual mulai dari harga Rp 40 ribu untuk kualitas biasa, Rp 75 ribu kualitas sedang, Rp 150 ribu untuk kualitas super.

Bahkan terdapat durian juga durian bajol yang sangat besar yang dihargai Rp500 ribu. Menurut Ichwan, omset penjualan durian selama festival mencapai Rp 2 miliar lebih.

"Meski harga petani, tapi memang relatif tinggi. Itu merupakan hukum pasar karena ketersediaan durian terbatas akibat produksi turun. Nggak bisa disalahkan petani," jelasnya.

Ichwan mengatakan, tahun ini produktivitas durian dari Kecamatan Lumbang, Pasrepan dan Puspo yang paling tinggi dan stabil dibandingkan dari Prigen, Purwodadi, Purwosari, Sukorejo dan Tutur.

"Pembeli dari berbagai kota, seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Malang, Mojokerto dan Pasuruan sendiri. Para pembeli mengakui harganya tetap lebih rendah dibanding pasaran," ungkapnya.

Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf yang datang ke festival juga mengakui produktivitas durian menurun akibat cuaca tak menentu. Meski demikian, festival durian tetap digelar karena komitmen pemerintah mempromosikan durian lokal. Festival durian, kata bupati, juga membantu petani lebih mudah menjual hasil panennya.

"Kami berharap petani terus bersemangat menjaga produktivitas dan kualitas durian sehingga tahun depan hasilnya lebih tinggi. Terutama durian kahs seperti kasmin, karim dan laron, terus dikembangkan," kata Irsyad.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed