DetikNews
Sabtu 18 Maret 2017, 18:54 WIB

Sempat Diduga Penculik Anak, Triono Dipulangkan Polisi ke Rumah

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Sempat Diduga Penculik Anak, Triono Dipulangkan Polisi ke Rumah Pelajar dan ayahnya di kantor polisi/Foto: Imam Wahyudianta
Surabaya - Seorang pria diamankan warga di depan Gedung DPRD Surabaya. Pria itu diduga sebagai penculik karena sebelumnya terlihat memotret seorang anak SD.

Namun setelah dibawa ke kantor polisi, pria itu yang diketahui bernama Triono ini mengalami keterbelakangan mental. Polisi lantas memulangkan Triono ke rumahnya.

"Setelah kami selidiki, ternyata yang diduga penculik adalah penderita keterbelakangan mental," ujar Kanit Reskrim Polsek Genteng AKP Agung Pribadi saat dihubungi detikcom, Sabtu (18/3/2017).

Awalnya, kata dia, Aulia Sofa Marwa (11) menunggu jemputan di depan sekolahannya di Jl Gubernur Suryo. Tiba-tiba seorang pria yang mengendarai sepeda angin berhenti di depannya.

Pria yang akhirnya diketahui bernama Triono itu langsung memotret Aulia menggunakan ponselnya. Aulia berusaha menjauh, namun Triono tetap mengejar dan memotretnya.

Aulia terus berlari ke arah Balai Pemuda sambil menangis ketakutan. Ayahnya kemudian datang menjemput. M. Fandi curiga karena anaknya menangis. Aulia pun menceritakan apa yang dialaminya.

Fandi tentu saja terkejut. Ia menduga bahwa anaknya mungkin saja akan menjadi sasaran penculikan. Apalagi banyak beredar info viral bahwa saat ini sedang banyak kasus penculikan anak. Fandi langsung mengejar Triono.

Tepat di Jalan Yos Sudarso atau di depan Gedung DPRD Surabaya, Fandi segera menghentikannya Triono yang mengayuh sepeda dengan paksa.

Aksi ini memancing warga yang segera datang berkerumun. Kebetulan ada anggota Polsek Genteng mengetahui keramaian itu. Anggota itu segera membawa Triono ke mapolsek.

"Kita sudah pulangkan ke rumahnya," katanya.

Triono yang berusia 48 tahun tersebut menyandang tuna rungu dan tuna wicara. Namun ia membawa identitas yang menyebutkan bahwa rumahnya beralamat di Jalan Gubeng Jaya.

Setelah dipulangkan, diketahui ternyata tiga saudara kandungnya juga mengalami keterbelakangan mental. Triono dan tiga saudaranya tinggal bersama ibunya.

"Ponsel yang dibawa Triono bukanlah ponsel mahal, hanya ponsel murahan yang memang ada kameranya. Setelah kami buka, di galeri ponsel itu memang banyak foto. Ada foto kucing, taman, perempuan, mobil. Sepertinya semua objek ia foto," terang Agung.
(iwd/ugik)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed