Setelah dilakukan pemeriksaam jumlah anggota Satpol PP yang menjadi korban sebanyak 4 orang, bukan lima . Saat itu mereka sedang menjaga eks gedung pemerintahan di Kabupaten Probolinggo sempat mengalami penyiksaan saat kelima pelaku menyatroni gedung kosong itu.
Kelima perampok diduga salah sasaran. Sebab, yang mereka obrak-abrik adalah gedung yang tak lagi dipakai pemkab di Jalan Dringu. Namun meski tak lagi dipakai, masih dilakukan penjagaan oleh anggota Satpol secara bergiliran. Pemkab Probolinggo sudah pindah dan menempati bangunan di Jalan Panglima Sudirman, Kraksaan.
Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Hariyanto Rantesalu mengatakan kelima pelaku yang dilaporkan membawa pistol itu, tidak berhasil membawa barang-barang di dalam ruangan gedung.
"Kuat dugaan, motif peristiwa ini murni perampokan. Kami juga menduga mereka berasal dari luar Provinsi Jatim. Sebab, mereka tidak memahami lokasi gedung pemerintahan di Kabupaten Probolinggo," jelas AKP Hariyanto, Sabtu, (18/3/2017).
Ia menepis jika ada dugaan para pelaku bertujuan menganiaya anggota Satpol PP. AKP Hariyanto menambahkan, para pelaku juga sangat tidak mengetahui sasaran yang diincar.
"Logatnya seperti orang luar jawa, Besar kemungkinan sasarannya adalah kantor bupati. Mereka kecelek alias salah salah sasaran," tandasnya.
Sampai kini, lanjut Hariyanto, polisi masih terus mendalami kasus ini. Para korban dan saksi-saksi sudah dimintai keterangan. (ugik/ugik)










































