DetikNews
Jumat 17 Mar 2017, 21:59 WIB

Setelah Vakum Sebulan, PT Smelting Gresik Kembali Beroperasi

Rois Jajeli - detikNews
Setelah Vakum Sebulan, PT Smelting Gresik Kembali Beroperasi Foto: Istimewa
Gresik - PT Smelting Gresik kembali beroperasi sejak awal bulan lalu, setelah vakum operasinya selama sebulan. Beroperasinya kembali Smelting ini disambut baik oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun pihak PT Smelting Gresik.

"Saya mohon maaf, karena smelter pengolah tembaga ini sempat berhenti operasi selama satu bulan lebih. Sungguh peristiwa ini sangat tidak kami harapkan," kata Presiden Direktur PT Smelting Gresik Hiroshi Kondo di sela acara tasyakuran beroperasinya kembali Smelting di Desa Roomo Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik, Jumat (17/3/2017).

Smelting Gresik ini telah berkontribusi terhadap neraca perdagangan Jawa Timur. Dari 60 persen dari total produksi katoda tembaga, diekspor ke luar negeri. Sedangkan 40 persen diserap industri lokal.

PT Smelting Gresik juga menyerap 40 persen bahan baku konsentrat hasil produksi PT Freeport Indonesia di Papua. Operasional PT Smelting juga memasok 100 persen kebutuhan asam sulfat (acid) untuk perusahaan pupuk di Gresik. Sedangkan produk sampingan PT Smelting yakni Copper Slag atau limbah industri peleburan tembaga, digunakan ke semua pabrik semen di seluruh Jawa Timur.

"Kami mohon maaf, karena terhentinya produksi juga mempengaruhi kinerja ekonomi dan neraca perdagangan Jawa Timur," tuturnya.

PT Smelting Gresik ini sudah hadir sejak 20 tahun lalu dan sempat terhenti operasionalnya selama sebulan, dan kembali beroperasi pada 1 Maret 2017. Ia menerangkan, perusahaan smelting ini telah mengolah bahan baku alam yang diambil dari bumi Indonesia.

"Ini artinya, keberadaan pabrik ini telah memberikan nilai lebih bagi sumber daya alam yang begitu kaya di negeri ini. Kami juga berkomitmen dan berpegang teguh pada peraturan perundang-undangan yang berlaku di negeri ini," ujarnya.

Dalam acara syukuran tersebut, PT Smelting Gresik juga mengucapkan terima kasih kepada kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, pemerintah provinsi, Bupati Gresik, TNI dan Polri, tokoh masyarakat dan semua elemen yang ikut membantu perusahaan ini kembali beroperasi, termasuk para karyawannya.

"Karena mereka lah (karyawan), kami telah berhasil beroperasi kembali, dan produksi kami telah meningkat dengan baik sampai hari ini," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf yang turut hadir di acara tasyakuran itu menyampaikan terima kasih, karena kembalinya PT Smelting ini memiliki peran yang cukup signifikan dalam membangun perekonomian Jawa Timur.

"Keberadaan PT Smelting Gresik ini sangat membantu performance neraca perdagangan Jawa Timur. Keberadaannya juga sangat berarti, karena satu-satunya perusahaan smelter di Indonesia yang sudah beroperasi selama 20 tahun," kata Saifullah Yusuf sambil menambahkan, kehadiran Smelting Gresik ini telah mendahului semangat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba, yang mengharuskan adanya pengolahan hasil tambang di dalam negeri untuk memberikan nilai tambah bagi bangsa Indonesia.

Wagub yang akrab disapa Gus Ipul menambahkan, kehadiran PT Smelting ini juga mendukung arahan Presiden Jokowi, agar Jawa Timur fokus terhadap pengembangan industri pengolahan, perdagangan dan jasa, serta pertanian.

"Keberadaan PT Smelting ini ikut mengisi dua hal yaitu, memperkuat industri pengolahan dan mendukung pembangunan di sektor pertanian," ujarnya.

Pasokan asam sulfat dari PT Smelting ikut membantu operasional pabrik pupuk Petrokimia Gresik. Karena bahan baku utama pupuk adalah asam sulfat.

Ia berharap, kapasitas produksi PT Smelting ini dapat meningkat hingga tiga kali lipat, dari 300 ribu ton/tahun menjadi 1 juta ton/tahun.

"Kebetulan di Jawa Timur ada Petrokimia Gresik yang menjadi salah satu andalan untuk meningkatkan produktifitas pertanian kita," jelasnya.

Gus Ipul juga berharap, kehadiran PT Smelting ini juga mampu menarik investor lain dari Jepang untuk memproduksi industri turunan.

"Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memberikan kemudahan bagi investor seperti kemudahan perizinan, ketersediaan energi, pengadaan lahan dan ikilim buruh yang demokratis," tandasnya.
(roi/bdh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed