Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mewanti-wanti kepada pengunjung untuk tetap berhati-hati.
"Bukan hanya harimau, semua satwa memiliki naluri. Mereka seharusnya hidup di alam bebas. Jika kondisi sekitarnya tidak membuat nyaman, pasti akan muncul naluri bawaannya. Seperti yang terjadi pada Triyana," ungkap Kepala BKSDA Jawa Timur Ayu Dewi Utari kepada detikcom, Kamis (16/3/2017).
Triyana bocah berusia empat tahun itu mengalami luka cukup serius, hingga harus menjalani operasi. Kini, korban masih dalam tahap pemulihan di RS Baptis, Kota Batu.
"Kejadian kemarin itu, kondisi sekitar membuat harimau Benggala panik. Karena ada anak-anak teriak, reflek harimau kemudian melukai korban," tutur mantan Kepala Balai Besar Bromo Tengger Semeru ini.
Karena itu, lanjut Ayu, Jatim Park II sebagai pengelola harus merubah beberapa sistem pengamanan, mulai dari menambah jumlah personel, rambu-rambu, sampai mewaspadai adanya gangguan terhadap satwa.
"Jika tidak sesi pemotretan dengan satwa harus ditiadakan. Demi keamanan pengunjung," ungkapnya.
Pengunjung juga diharapkan tetap berhati-hati dan menghindari untuk membuat satwa panik yang justru bisa mengancam dirinya sendiri.
"Semua harus dipatuhi, itu yang kami tekankan kepada Jatim Park 2 dan pengunjung," sebut Ayu. (bdh/bdh)










































