Marketing Tanah Kavling Abal-abal jadi DPO Polisi

Suparno - detikNews
Kamis, 16 Mar 2017 16:17 WIB
Foto: Suparno
Sidoarjo - Seorang pria yang menjadi marketing tanah kavling abal-abal di Sidoarjo, jadi Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi. Bahkan, Wahyu Setiawan (34) warga Wadung Asri Kecamatan Waru, ini membuka kantor dan membawa kabur uang konsumen hingga Rp 5 miliar.

Selama beraksi, Wahyu melakukan promo di media online. Modus operandinya, tersangka menawarkan tanah kavling 6x12 meter per unit yang akan dijadikan perumahan dengan harga Rp 25 juta. Tanah kavling itu berada di Desa Kepunten Kecamatan Tulangan.

Kasubag Humas Polresta Sidoarjo AKP Samsul Hadi mengaku tersangka juga mendirikan kantor pemasaran, di Jalan Raya Kemanten Tulangan mulai Januari 2016. Para konsumen yang menghubungi tersangka dan memesan tanah kavling tersebut.

"Setelah ditawarkan di media online dan mendirikan kantor pemasaran di Tulangan Sidoarjo mulai Januari 2016, banyak para konsumen yang memesan tanah kavling tersebut," kata AKP Samsul Hadi Kasubag Humas Polresta Sidoarjo kepada wartawan di mapolres, Kamis (16/3/2017).

Wahyu Setiawan, jelas kasubag, sebagai direktur utama tanah kavling menjanjikan surat perjanjian jual beli tanah. Tapi meski surat perjanjian dengan nomor sama antara pembeli pertama dan pembeli berikutnya, namun setelah dicek 120 pembeli, rupanya tanah yang dijanjikan milik desa.

"Setelah dilakukan pengecekan oleh 120 pembeli tanah kavling rakyat tersebut, ternyata tanah tersebut milik desa," terang kasubag.

Pihaknya mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan tersangka segera menghubungi kepolisian terdekat. Sebab, Satreskrim Polresta Sidoarjo berupaya mencari keberadaan tersangka hingga ke luar daerah namun belum mengetahui keberadaannya.

"Kami harapkan kepada masyarakat yang mengetahui keberaadan tersangka segera melapor ke kepolisian terdekat," tegasnya.

Tersangka akan dijerat dengan pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman 5 tahun penjara. (fat/fat)