pasca insiden seorang bocah TK diterkam anak harimau Benggala.
"Ada beberapa hal yang kami rekomendasikan kepada Jatim Park II, menyusul kejadian menimpa Triyana," kata Kepala BKSDA Jawa Timur Ayu Dewi Utari kepada detikcom, Kamis (16/3/2017).
Mantan Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) ini menjelaskan, beberapa poin itu adalah, pertama menghentikan sementara sesi pemotretan dengan satwa. "Dan ini sudah dilakukan oleh Jatim Park II," tegas Ayu.
Yang kedua, lanjut dia, menambah jumlah personel, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan serupa.
Imbauan ketiga adalah, menambah jumlah rambu-rambu sebagai alat informasi kepada pengunjung untuk meningkatkan kewaspadaan selama berada di wilayah Jatim Park II.
"Supaya pengunjung bisa paham, dan selalu hati-hati, dan yang terpenting menambah personel," tandasnya.
Jika ingin membuka pemotretan satwa dengan pengunjung, lanjut Ayu, Jatim Park II harus merancang beberapa skenario. Diantaranya, membuat kandang khusus bagi satwa agar memudahkan untuk pengendalian saat berhadapan dengan pengunjung.
"Atau membuat jalur khusus, ini harus dilakukan. Jika tidak sesi pemotretan tidak boleh ada," tuturnya.
Ayu mengaku, beberapa hal ini diterbitkan usai dilakukan evaluasi serta observasi di lapangan. Pihaknya sangat berharap, kejadian serupa tidak terulang. (bdh/bdh)











































