Tahanan Narkoba Polresta Malang Gantung Diri di Kamar Mandi

Tahanan Narkoba Polresta Malang Gantung Diri di Kamar Mandi

Muhammad Aminudin - detikNews
Selasa, 14 Mar 2017 13:18 WIB
Tahanan Narkoba Polresta Malang Gantung Diri di Kamar Mandi
Ilustasi/Foto: Mindra Purnomo
Malang - Seorang tahanan Polres Malang Kota dikabarkan bunuh diri. Jasad korban saat ini masih berada di kamar jenazah Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

Kapolres Malang Kota AKBP Decky Hendarsono membenarkan kabar tersebut. "Iya benar (gantung diri) dan terjadinya sangat cepat sekali," ungkap Decky saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (14/3/2017) siang.

Decky menjelaskan, tahanan lain tidak sempat memberikan pertolongan ataupun mencegah niat korban bunuh diri. Korban disebut Kapolres berinisial S ini ditemukan tak bernyawa dalam kamar mandi sel tahanan.

"Jadi selesai salat subuh. Kami memang mewajibkan semua tahanan beragama Islam untuk menunaikan salat berjamaah. Korban langsung masuk kamar mandi. Teman-teman sesama tahanan curiga dan menggedor pintu, kemudian lapor penjaga dan menemukan korban sudah meninggal dunia dalam kamar mandi," ungkap Decky.

Dijelaskan, alat untuk gantung diri juga disebut seadanya. Karena ada larangan, tahanan membawa barang yang membahayakan. "Pakai tali seadanya, karena sarung kita larang," terang Decky.

Disebutkan, bahwa korban adalah tahanan kasus narkoba yang baru sepekan ini ditangkap dan menjalani pemeriksaan. Decky pun tidak dapat mengetahui faktor pemicu dari korban bunuh diri.

"Kasusnya narkoba, baru seminggu ditangkap. Kami ucapkan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan," ujar Decky.

Ditambahkan, untuk memastikan penyebab kematian korban, jenazah dibawah ke RSSA Malang untuk dilakukan otopsi.

Decky juga menyinggung, minim dugaan adanya human error oleh petugas jaga sel tahanan. Karena secara berkala kontrol mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan rutin digelar. "Kalau ada human error, sepertinya tidak. Laporan terus saya terima secara berkala dari hasil pemeriksaan petugas jaga sel tahanan," tandas Decky.

Sementara itu, petugas Kamar Jenazah RSSA Malang memilih untuk menutup diri saat detikcom berupaya mencari identitas korban. "Masih tunggu polisi, data identitas belum ada," ujar petugas jaga kepada detikcom. (bdh/bdh)
Berita Terkait