"Tidak direncanakan, bukan perencanaan. Nanti kronologinya sesuai dengan TKP yang sudah kita lakukan pemeriksaan dan pemeriksaan saksi-saksi," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera kepada wartawan di Mapolres Jember, Senin (13/3/2017).
Dari pemeriksaan diambil kesimpulan sementara motifnya adalah kesalahpahaman antara pelaku dengan korban setelah terjadinya kebut-kebutan.
"Motif kesalahpahaman, yang mengakibatkan emosi anak muda yang masih labil sehingga terjadi penembakan itu," kata Frans Barung Mangera.
Dedi (25) tewas ditembak di depan pertokoan Hardy's Jember Plaza Jl. Sultan Agung, Sabtu (11/3) dini hari, setelah terlibat pertengkaran.
Saat kejadian Dedi dibonceng Rama Adi yang diketahui berprofesi sebagai anggota polisi yang dinas di Bondowoso. Dedi yang asli Bima, NTB telah dimakamkan di kampung halamannya. (ugik/ugik)










































