Menurut saksi mata, Katinem, Sabtu (10/3/2017) percobaan bunuh diri itu dilakukan Supini (52) warga Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek di dapur rumahnya. Aksi nekat diduga dipicu tekanan darah tinggi yang diderita selama beberapa tahun terakhir.
"Sebelum kejadian ini, dia sudah beberapa kali mencoba bunuh diri, tapi selalu ketahuan dan digagalkan oleh tetangga maupun keluarganya," katanya.
Sebelum melakukan bakar diri, Supini sempat mengobrol dengan beberapa tetangga, selanjutnya korban membeli bensin eceran di warung yang tidak jauh dari rumahnya. Saat itu warga tidak ada yang curiga korban, karena tidak ada gelagat yang aneh.
Berselang beberapa menit kemudian, saksi mendengar suara rintihan dari dapur rumah Supini. Saat ditengok, api sudah berkobar membakar tubuh korban. Melihat kejadian tersebut, dia langsung memanggil orang di sekitarnya dan berusaha memadamkan api dengan menyiram air. Korban selanjutnya dilarikan ke Puskesmas Kampak untuk mendapatkan pertolongan medis.
"Hampir seluruh tubuh terbakar, mulai kaki hingga kepala. Bahkan mukanya juga mengalami luka bakar. Tadi informasinya sudah dirujuk ke RSUD dr Iskak Tulungagung," ujarnya.
Sementara Kasubbag Humas Polres Trenggalek, Iptu Supadi membenarkan kejadian tersebut. Dari hasil olah tempat kejadian perkara, pihaknya menemukan sejumlah barang bukti berupa sisa bensin, lampu tempel, korek api gas dan sandal korban.
"Luka bakar mencapai 80 persen, namun korban masih hidup. Dari keterangan pihak keluarga, percobaan bunuh diri tersebut dipicu oleh sakit menahun yang dialami korban, sehingga yang bersangkutan merasa tidak kuat," katanya kepada detikcom. (fat/fat)











































