Gaji Perawat Ponkesdes Terlambat, Gus Ipul: Dana Sudah Disiapkan

Gaji Perawat Ponkesdes Terlambat, Gus Ipul: Dana Sudah Disiapkan

Rois Jajeli - detikNews
Jumat, 10 Mar 2017 15:49 WIB
Gaji Perawat Ponkesdes Terlambat, Gus Ipul: Dana Sudah Disiapkan
Foto: Imam Wahyudiyanta
Surabaya - Gaji atau tunjangan bagi 3.213 perawat di Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) di 30 kabupaten dan kota di Jawa Timur mengalami keterlambatan sekitar tiga bulan. Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf minta tidak khawatir, karena keterlambatan gaji akan segera diselesaikan.

"Memang ada masalah pencairan yang terlambat. Tapi pada prinsipnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah menyiapkan dana untuk perawat ponkesdes," kata Wagub Jatim Saifullah Yusuf, Jumat (10/3/2017).

Dari informasi yang dihimpun, ada 3.213 perawat Ponkesdes yang tersebar di 30 daerah, yakni 29 daerah kabupaten dan 1 kota (Kota Kediri). Setiap perawat mendapatkan tunjangan Rp 1.450.000 per bulan. Namun, sejak tiga bulan ini mereka belum mendapatkan gaji tersebut.

"Untuk pencairan dana memang dibutuhkan MoU dengan pemerintah kabupaten/kota. Dan ini (belum ada MoU) yang menyebabkan pencairan belum terealisasi," tuturnya sambil menambahkan, tunjangan yang terlambat juga dialami oleh Pendamping ibu hamil resiko tinggi (Bumil Risti) dan Taman Posyandu.

"Di Jawa Timur ada 38 daerah kabupaten dan kota. Tapi yang sudah menandatangani MoU itu baru 11 kabupaten dan kota," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul sambil menambahkan, hingga saat ini sudah ada 20 kabupaten dan kota yang sudah memasuki tahap pembahasan MoU antara biro hukum di masing-masing kabupaten dan kota.

Untuk mempercepat realisasi pembayaran gaji/tunjungan yang tertunda, rencananya pada Senin pekan depan, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Kesehatan dan Kepala Biro Hukum Pemprov Jatim akan mengundang pemerintah kabupaten dan kota, untuk segera mempercepat MoU tersebut.

"Saya terus mendorong kepada kabupaten dan kota, untuk segera menandatangani MoU, sehingga dananya bisa segera dicairkan," tandasnya. (roi/bdh)
Berita Terkait