DetikNews
Rabu 08 Maret 2017, 19:22 WIB

Bupati Anas Beberkan Prestasi Banyuwangi dalam Rapat Paripurna

Ardian Fanani - detikNews
Bupati Anas Beberkan Prestasi Banyuwangi dalam Rapat Paripurna Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Berbagai penghargaan dan predikat terbaik diraih Banyuwangi di tahun 2016 kemarin. Tak hanya itu, pencapaian kinerja terbaik dari sektor ekonomi, kesehatan, pariwisata dan keuangan diraih Kabupaten Banyuwangi dari regional dan nasional.

Hal itu dibeberkan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2016 dalam Rapat Paripurna DPRD Banyuwangi, Rabu (8/3/2017).

Capaian kinerja di bidang tata kelola pemerintahan diantaranya predikat sistem akuntabilitas kinerja Intansi pemerintah (SAKIP) meraih predikat A, dimana Banyuwangi menjadi yang pertama satu-satunya di Indonesia. Serta Indeks kepuasan masyarakat mencapai 82,05 persen. Banyuwangi terus mengembangkan Goverment Information System di berbagai bidang pemerintahan seperti e-gov, e-office, e-health, e-education, e-budgeting, e-village hingga e-audit.

"Opini badan pemeriksa keuangan (BPK) terhadap pengelolaan keuangan daerah mampu mencapai predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) selama 4 tahun berturut-turut," kata Anas di depan para undangan dan anggota DPRD Banyuwangi.

Di bidang pariwisata Banyuwangi juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Tercatat selama tahun 2016 total kunjungan wisatawan nusantara mencapai 3.831.703 orang. Sedangkan wisatawan mancanegara sebanyak 78.865 orang pada 2016.

"Berkat konsistensi Banyuwangi dalam penyelenggaraan Banhyuwangi Festival Menteri Pariwisata RI menganugerahkan predikat 'The Best Festival City' bagi Banyuwangi. Ini menjadi 'Banyuwangi Experience' yang tidak akan bisa dijumpai di daerah lain," ujar Anas.

Anas melanjutkan pada 2016 pemerintah daerah juga membukukan beberapa capaian kinerja di sektor layanan pendidikan dan kesehatan. Diantaranya berhasil mengentaskan anak putus sekolah sebanyak 5.093 anak lewat program gerakan daerah angkat anak putus sekolah (Garda Ampuh) dan siswa asuh sebaya (SAS).

Angka rata-rata lama sekolah mencapai 6,88 tahun dan angka usia harapan hidup (UHH) mencapai 69,90 tahun. "Indeks pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi mencapai 68,09," ujarnya.

Anas juga menyampaikan capaian kinerja di bidang pembangunan infrastruktur dan investasi. Seperti pembangunan jaringan jalan dengan jumlah jalan dalam kondisi baik mencapai 98,3 persen. Jaringan irigasi primer telah dibanguan sepanjang 3718 KM, jaringan irigasi sekunder sepanjang 2.204 KM dan jaringan irigasi tersier 797 KM.

"Nilai Investasi berskala nasional (PMDN/PMA) mencapai Rp 2,32 triliun," cetusnya.

Anas mengatakan pada tahun 2016 Banyuwangi mampu mencatatkan beberapa capaian pertumbuhan di bidang ekonomi. Diantaranya pertumbuhan sektor industri pengolahan dalam produk domestik regional bruto (PDRB) mencapai 6,36 persen.

Pertumbuhan sektor perdagangan mencapai 7,18 persen, dan pertumbuhan sektor pertanian 4,33 persen. Banyuwangi pun mencatatkan pertumbuhan PDRB perkapita dari Rp 33,63 juta perkapita per tahun di 2015 meningkat menjadi Rp 37,53 perkapita per tahun di 2016.

"Secara umum pertumbuhan ekonomi kita juga baik yakni 6,01 persen lebih tinggi dari Jawa Timur dan nasional dengan tingkat inflasi yang terjaga di level rendah yakni 1,91 persen," kata Anas.

Sementara itu Anas juga melaporkan pengelolaan keuangan daerah 2016 diantaranya pendapatan daerah sebesar Rp 3,04 triliun terealisasi Rp. 2,8 trilyun atau mencapai 92,4 persen. Sedangkan Belanja daerah 2016 Rp 3,4 triliun terealisasi sebesar RP 2,8 triliun atau 84,50 persen dari pagu anggaran.
(bdh/bdh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed